Tag Archives: cita-cita

Paduan Suara Pekalongan

Siapa yang ingin ikut punya cita-cita aneh? Sangat ditunggu usulan dan bantuannya.

Sedikit cerita saja, saya ingin Pekalongan punya kelompok paduan suara. Entah sudah ada atau belum, karena sebenarnya di Pekalongan kelompok seni sering latihan di GOR Jetayu, tapi saya tidak tahu bagaimana cari bergabung dengan komunitas seperti itu sedangkan saya sendiri suka yang berbau introvert. Apalagi akhir-akhir ini, saya mendapat info dari pacar saya, @shintaelok, bahwa diskominfo Pekalongan membantu mengembangkan komunitas di Pekalongan. Sekedar ini, saya bukan orang yang mengerti lagu dan musik, kalau ada salah emang karena kekurangan saya.

Sederhana saja, Paduan Suara yang saya maksud adalah kelompok yang melatih siswa-siswa SMP, SMP hingga kuliah yang tentu saja yang akan mewakili Pekalongan di acara-acara tertentu. Singkatnya komponen yang dibutuhkan adalah sistem manajerial, guru paduan suara, tempat latihan + alat minimum yang dibutuhkan dan anggota.

Manajerial yang saya maksud mengenai jadwal latihan, yang berupa dasar-dasar musik dan lagu (not balok, ketukan, dll) dan praktek (teknik vokal), penilaian sederhana perkembangan anggota dan strategi meng-eksis-kan dan mengembangkan paduan suara ini. Jadwal latihan sendiri target minumum yang terbayang adalah 6 jam seminggu.

Mencari guru yang sepertinya menempati tantangan terbesar karena sulit mencari orang yang cukup “Gila” memulai ini. Dengan pemahaman dan pengalamanku mengenai kerja, belum tentu orang akan sungguh-sungguh walaupun mendapat upah yang tergolong besar. Walaupun demikian, cita-cita mendirikan paduan suara ini termasuk menjadi penghasil yang diterima guru. Sebagai gambaran awal, saya berpikir minimal guru tersebut mendapat UMR Kota Pekalongan, tentu saja dengan perhitungan tertentu, di mana UMR minimum akan diperoleh dari gapok + 24 jam x upah mengajar.

Mengenai tempat, ada kemungkinan bahwa GOR dapat dipakai, atau paduan suara ini dimulai dari sekolah yang bersedia menyediakan ruang untuk latihan. Sedangkan alat, saya gak tahu alat apa yang dibutuhkan tetapi di rumah ada gitar dan piano yang mengganggur dan bisa dimanfaatkan. Mengenai alat support lainnya bisa dicarilah.

Yang terakhir adalah bagaimana cara mencari anggota. Nah, kenapa saya berani memiliki gagasan guru paduan suara ini minimum memperoleh UMR karena ya memang seperti bekerja (minumum ya karena saya belum mencari tahu berapa standar guru vocal). Bekerja yang seperti apa? Bekerja yang memiliki tujuan yang sudah disebutkan di atas, meng-eksis-kan dan mengembangan paduan suara Pekalongan, jadi bila butuh publikasi guru ini akan ikut bersama-sama dengan saya dan relawan lainnya memikirkan bagaimana caranya

Advertisements

Mengamati dari Jauh

Sebagai seorang pribadi, setiap orang menyandang banyak status sekaligus. Misalnya seorang mahasiswa pada umumnya merangkap peran sebagai teman seangkatan, junior dan senior bagi sesama mahasiswa, anak dari orang tua, kakak atau adik dari saudara sekandung, rakyat pada suatu negara, warga di tempat tinggalnya, kekasih bagi pasangan hidup dan lain sebagainya. Peran itu dijalankan tanpa henti dan setiap peran menuntut hasil yang baik, diharapkan memuaskan.

Tentu saja peranan tersebut tidak memiliki porsi yang sama. Semakin besar “kapasitas” seseorang, semakin baik pula dia dapat menjalankan peran-peran itu. Kapasitas ini pulalah yang membuat tingkatan-tingkatan tindakan yang dapat dilakukan. Misalnya untuk peran sebagai teman seangkatan bagi sesama mahasiswa, seseorang dapat menyediakan waktu untuk belajar berkelompok, tetapi di saat yang bersamaan, sebagai warga di tempat tinggalnya, dia tidak mengikuti rapat penentuan besar iuran bulanan. Yang dapat dia lakukan untuk peran itu berkurang dari yang ikut serta dalam rapat menjadi mencari informasi hasil rapat.

Dari terjun langsung mencurahkan segala daya yang dimiliki sampai hanya mencari informasi, mendoakan dan mengamati dari jauh atau tidak peduli sama sekali. Ada banyak tingkatan porsi dalam satu peran. Bagi saya, peranan seorang senior adalah memberikan saran dan pengalaman karena salah satu keunggulan yang pasti dimiliki seorang senior adalah “hidup” lebih lama dari juniornya. Seminimal-minimalnya peranan senior adalah mengamati dari jauh perkembangan juniornya agar sewaktu-waktu junior datang, senior dapat memberikan apa yang sesuai dengan juniornya sesuai lingkungan di mana mereka berkembangan bersama.

E-leonxe bersama Ksatria Wharmhad

Dengan berbagai macam alasan, yang menyenangkan bagi seorang senior adalah dapat melihat kemajuan atau kesungguhan niat juniornya dalam mewujudkan cita-cita dan ikut mendoakannya. Ya itulah yang saya rasakan ketika melihat Meistaq Husain (Aaq), seorang junior di Passus SMA Negeri 1 Pekalongan, yang bergiat mencari jati diri dan mewujudkan  perusahaan animasi Indonesia bernama E-leonxe РAn Animation and Programing Company. Berikut video yang dibuat oleh Aaq tentang sesuatu yang ia temukan dalam hidupnya, selamat menonton.

Semangat Aaq! Saya mengamati dari sini…


Sedikit Lebih Rendah

Aku cuma seorang anggota yang diberi kepercayaan lebih,
yang disebut koordinator kelas.

Aku tidak akan minta apa-apa,
karena pada dasarnya aku yang diminta untuk melayani.

Yang kuteriakkan, yang kulakukan,
bukanlah murni kehendakku,
melainkan kehendak seorang anggota lain
yang disebut Ketua Angkatan.

Berpikir sejenak,
itu pun bukan kehendak Ketua Angkatan,
tetapi kehendak angkatan.

Sampai kapan kehendak itu disebut milik bersama,
kalau yang berteriak paling kencang yang disebut yang memiliki.

Aku cuma mengingat apa yang pernah kita gantung tinggi,
hanya sedikit lebih rendah di bawah langit.

Keluh kesah saat cita-cita bersama mulai dilupakan [6 Juni 2009].
Sial sekali, mengapa urusan seperti itu sulit dilupakan.