Berkerah dan Bertopi Putih

Kaget. Itu kesan saya ketika menyempatkan diri melihat latihan Passus. Ada perubahan signifikan pada seragam latihan rutin. Sekarang baju latihan dilengkapi dengan kerah, topi berubah warna menjadi putih dan memiliki bagian tambahan untuk menutupi tengkuk dan telinga. Saya memang mendengar bahwa baju latihan yang tadinya hanya kaos lengan panjang akan ditambah kerah, tetapi soal topi belum dengar. Topi merah dengan bahan beludru diganti menjadi kain putih bukan beludru (saya tidak tahu apa jenis kain yang digunakan).

Saya mengunjungi latihan sekitar pertengahan bulan Februari, haha…😀 Lama sekali ya waktu yang digunakan untuk membuat tulisan ini.

Berdasarkan penuturan komandan Passus saat itu sekaligus ketua pelaksana pengadaan seragam latihan yang baru, Safira Widyaputri, baju latihan diberi kerah untuk menyesuaikan dengan kebiasaan Passus yang selalu menggunakan pakaian rapi. “Kalau latihan tidak pakai seragam latihan, pakai pakaian bebas, harus berkerah. Alasannya supaya rapi dan enak dilihat, kalau begitu kenapa seragam latihan tidak dibuat berkerah saja?”. Komandan Safira menambahkan bahwa perubahan ini diusulan oleh anggota Passus, sedangkan perubahan pada topi diusulkan oleh Pembina Passus, yaitu Pak Tjiptoroso.

Perubahan topi dilakukan setidaknya karena dua alasan berikut, yang pertama topi merah berbahan beludru mudah luntur dan kusam bila rutin dikenakan sehingga mengurangi “kewibawaan” anggota yang mengenakannya, sedangkan yang kedua adalah tidak ada salahnya memodifikasi topi untuk melindungi bagian tengkuk dan telinga. Ketika melaksanakan upacara atau mengikuti perlombaan topi merah akan tetap digunakan, topi berwarna putih khusus digunakan untuk latihan. Dengan adanya topi putih ini, diharapkan topi merah dapat lebih awet hingga anggota Passus lulus dari SMA N 1 Pekalongan.

Secara bertahap, seluruh anggota Passus akan menggunakan baju latihan berkerah. Sedangkan untuk topi putih hanya digunakan oleh Junior. Senior dan Dewan Senior tetap menggunakan topi berwarna merah. Artinya ketika menjadi Senior, anggota akan membeli topi baru. Hal ini dirasakan tidak memberatkan karena tiap tahunnya ada beberapa senior yang menyempatkan diri membeli topi baru karena usia pakai topi merah berbahan beludru memang tidak lama. Dalam waktu 1 tahun, topi merah biasanya sudah tidak layak dipakai.

Putra (tampak depan)

Putra (dari belakang)

Putri (dari belakang)

Intinya perubahan-perubahan yang dilakukan itu karena dinilai memberikan nilai tambah. Jika perubahan itu membuat yang buruk menjadi baik dan yang baik menjadi semakin baik, berarti perubahan yang satu ini masih akan diikuti dengan perubahan yang lain. Ditunggu perubahan lainnya!

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: