Suara Anda : UN, Perlu atau Tidak?

 

Minggu ini, media diramaikan oleh berita mengenai Ujian Nasional (UN). Tentu saja saya tahu mengenai UN karena dulu saya pernah mengikutinya. Setiap tahunnya UN mengalami perubahan sehingga seperti apa UN sekarang saya tidak tahu. Dengan pengalaman yang ada, dan ketidaktahuan mengenai kondisi sekarang, saya mencoba untuk bluffing menjawab pertanyaan Suara Anda : UN, Perlu atau Tidak.

Untuk saat ini, UN diperlukan. Kenapa? Karena “wajib belajar 9 tahun” itu wajib, artinya ada syarat atau standar yang harus dilalui untuk menyatakan seseorang memang telah menyelesaikan masa “wajib belajar”. Selama ini, syarat atau standar itu tidak ada, dengan kata lain, lulusan UN SMA/sederajat bisa saja “ilmu”-nya tidak seperti yang diharapkan atau bahkan tidak lebih baik dari jenjang pendidikan yang lebih rendah.

“wajib belajar 9 tahun” diberi tanda petik karena saya rasa wajib belajar sekarang 12 tahun, bukan 9 tahun lagi. Toh, UN ini juga buat siswa/i SMA, kalau benar-benar hanya 9 tahun, dengan tegas saya katakan UN tidak perlu untuk tingkat SMA/sederajat. Tantangan yang ada sekarang mengharuskan pendidikan minimal itu SMA/sederajat. Ini hanya pendapat saya dan masih dapat diperdebatkan.

Kembali ke masalah UN, UN cocok hanya untuk saat ini karena saat ini pemerhati dan penggerak pendidikan di Indonesia belum menemukan sistem evaluasi syarat/standar yang (lebih) cocok untuk menyatakan sesorang telah memiliki “kematangan” yang cukup untuk bersaing dalam masyarakat luas. Kekurangan utama UN yang sekarang adalah tekanan yang muncul akibat syarat kelulusan UN. Coba bayangkan, belajar itu mengedepankan “kebebasan berpikir” tetapi UN membuat pesertanya stress. Segera setelah sistem evaluasi yang (lebih) cocok ditemukan, UN tidak lagi dibutuhkan.

Permasalahan seperti siswa/i menyontek atau soal bocor bahkan kunci jawaban palsu itu bukan masalah utama, jadi tidak perlu dibahas. Itu hanya masalah turunan yang muncul karena keinginan untuk lulus yang tidak didukung dengan usaha yang baik dan oknum yang ingin membuat pendidikan di Indonesia makin berantakan.

Terkadang kita memang harus memilih yang terbaik dari yang buruk. Nah, oleh karena itu, menurut saya UN perlu, karena saat ini itu yang terbaik. Terlepas dari segala kekurangan yang ada pada UN, terbukti UN dapat membuat banyak orang berdoa. Bahkan dibeberapa tempat ditemukan peserta UN berdoa berjamaah dan berbakti sosial pula.

😛 Cuma sekedar pendapat di tengah kerinduan belajar di institusi formal.

 

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: