Terlalu Banyak

Cuti cuma sebentar tetapi banyak kota untuk dikunjungi, kawan untuk ditengok, buku untuk dibaca, hal-hal untuk dikerjakan, orang-orang untuk dibujuk. Terlalu banyak kataku. Banyak barang baru juga, tentu saja ada yang perlu dipelajari, ATM + esecure-nya, KTP, Samsung Galaxi W, buku tentang pekerjaan. Sayang, 24 jam sehari harus digunakan juga untuk istirahat.

Hei! Banyak rencana yang gagal dilakukan, usulan manajemen sistem untuk BPA, menulis jurnal harian, revisi presentasi, membereskan barang-barang dari Bandung. Ah, susahnya. Kadang berharap untuk tidak bekerja dulu, tapi mau makan apa? Lulus sudah telat, malu kalau ingat orang tua. Terlepas dari itu, bersyukur bisa cuti.

Dari Sangatta ke Balikpapan, tiba-tiba sudah di Jakarta, langsung menuju ke Bandung, menghabiskan banyak sekali uang sampai harus utang ke sana sini lalu mampir ke Semarang, hanya 14 jam di sana langsung pulang ke rumah, walaupun aku menganggap Bandungpun rumahku. Tiga hari di Pekalogan, Jakarta akan kuinjak lagi, lalu terbang ke Balikpapan, perjalanan ke Sangatta. Tidak lama setelah itu, kerena waktu memang berjalan cepat sekali, berteriak lagi “Semangat Pagi!”

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

One response to “Terlalu Banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: