Tinggal di Tempat Kumuh?

Bagiku salah satu alasan, mungkin yang paling mendasar, kenapa setiap orang harus mencintai negerinya adalah karena negerinya itu telah memberinya pijakan kaki untuk hidup. Tidak mungkin manusia hidup tanpa pijakan. Tidak betah tinggal di negeri yang bobrok, berkata “Untuk apa aku mencintai negeri yang tidak dapat membuatku maju” dan ingin pindah ke negeri lain yang lebih baik, silakan saja. Di negeri yang baru itu, orang tersebut tetap harus mencintai negerinya (lagi) karena di sana ia meletakkan kakinya.

Ask not what your country can do for you
Ask what you can do for your country
– John F. Kennedy

Meskipun negeri Anda tidak memberikan apa-apa, menurut Kennedy, Anda tetap harus memberikan sesuatu tanpa mempertanyakan “Kenapa negeriku pelit sekali?” Negeri Anda telah memberikan pijakkan kaki, lalu apa yang telah Anda berikan? Mencintai negeri dapat berarti memberikan nilai tambah bagi negeri supaya yang buruk menjadi baik dan yang sudah baik menjadi semakin baik.

Jika “Negeri” saya persempit menjadi suatu kawasan atau daerah tempat tinggal, perihal memberi nilai tambah menjadi rumit. Sewaktu saya menunggu surat tugas (untuk pergi ke Kalimantan) saya tinggi di bantaran sungai, tepatnya di Kelurahan Rawaterate Kec. Cakung RT 04 RW 06. Bukan saya menghina/tidak suka dengan tempat itu, saya sangat bersyukur mendapat tumpangan, tetapi bantaran sungai bukan tempat berizin dan umumnya adalah daerah kumuh. Apa yang dapat saya lakukan untuk tempat tinggal saya? Apakah saya harus melakukan perbaikan di sana-sini dengan mengabaikan bahwa bantaran sungai merupakan daerah yang memang disediakan bila air sungai meluap ataukah saya harus menyadarkan masyarakat untuk pindah?

Jalan menuju tempat tinggal

Berhenti di sini, rumahnya ada di sebelah kanan

Suasana yang terlihat dari teras

Beberapa langkah dari teras, seberang tempat tinggalku

Sungai di depan rumah (arah hulu)

Sungai di depan rumah (arah hilir)

Kalau memang langkah yang benar adalah langkah yang terakhir, jangan salahkan bila ada pihak yang mengusir mereka yang telah bersusah payah bertahan hidup kemudian (langsung) menuduh pihak tersebut tidak memperhatikan mereka.

Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: