Ide Untuk Passus

Huh… Sudah 4 tahun lebih aku menjadi alumni Passus, tetapi tetap aja ide-ide tentang Passus tidak mau hilang. Oleh karena itu, sekarang akan dikeluarkan semua, berharap anggota Passus akan membaca. Setelah itu, tidak ada lagi pusing karena Passus (dan Alumni Passus). Ide berikut merupakan ide dalam lingkup “anggota”, sesuatu yang bukan lingkupku lagi. Sepertinya ini adalah penyesalan kenapa ide-ide seperti ini muncul ketika waktu di Passus sudah hampir habis dan tidak ada kesempatan untuk menyampaikan kepada yang berwenang.

Semoga kali ini adalah kesempatan itu.

Judul Ide: Pembuatan rencana tindakan pertolongan pertama

Masalah yang dihadapi:
Passus tidak memiliki rencana tindakan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan saat latihan.

Uraian masalah:
Kecelakaan saat latihan dapat terjadi kapanpun, tanpa ada peringatan, baik kecelakaan yang beresiko kecil maupun yang beresiko besar. Kecelakaan saat latihan dapat berupa perut mual, pingsan, terjatuh, terkilir. Apabila saat latihan terjadi kecelakaan makan penanganannya akan cenderung lambat dan kacau karena Passus tidak memiliki rencana tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan. Kecelakaan kecil apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat beresiko besar.
Walaupun ada PMR di sekolah, tetapi hal itu tidak menjadi jaminan bahwa akan selalu ada anggota PMR yang bertugas setiap Passus mengadakan latihan.

Ide yang diajukan:

  1. Pembuatan rencana tindakan pertolongan pertama.
  2. Training P3K untuk senior-up
  3. Pengadaan fasilitas P3K (permanen dan portable) serta kartu nomor darurat.

Uraian proses/cara penggunaan:

  1. Rencana tindakan pertolongan pertama meliputi yang harus dilakukan oleh anggota Passus (Jr, Sr, DS) apabila terjadi kecelakaan, nomor darurat yang dapat dihubungi. Rencana tindakan pertolongan pertama ini harus diketahui dan dipahami oleh seluruh anggota Passus.
  2. Training P3K dimaksudkan agar senior-up dapat melakukan tindakan pertama untuk mencegah resiko kecelakaan semakin besar sebelum pihak yang lebih mengerti tiba dilokasi kejadian. Training ini ditujukan untuk jabatan senior ke atas karena mereka dianggap sudah miliki tanggung jawab untuk mengatasi kecelakaan saat latihan.
  3. Fasilitas disediakan untuk latihan (permanen, diletakkan di markas) dan untuk latihan di sekolah (portable). Setiap latihan, harus tersedia perlengkapan P3K. Perlengkapan ini harus dicek secara berkala.

Manfaat yang diperoleh:

  1. Jaminan keselamatan saat latihan lebih terjamin.
  2. Anggota diberikan pemahaman bahwa keselamatan itu penting.
  3. Anggota memiliki kemampuan/keterampilan memberikan pertolongan pertama.

Judul Ide: Pemberian materi (selain latihan) sebagai bentuk baku latihan rutin.

Masalah yang dihadapi:

  • Junior membutuhan waktu istirahat sejenak setelah pemanasan dan sebelum latihan dimulai
  • Selain membutuhkan pelatihan fisik, junior juga membutuhkan pembinaan mental/pembekalan pengetahuan umum.

Uraian masalah:
Saat latihan junior sering mengeluhkan perut sakit karena setelah pulang sekolah dan makan, mereka langsung bersiap-siap latihan (senam peregangan) tanpa sempat beristirahat sejenak. Tentu saja jadwal latihan Passus tidak dapat diundur. Sering kali senior membiarkan junior beristirahat sejenak agar tidak sakit.
Di sisi lain, walaupun jadwal latihan padat, junior tetap perlu diberikan pembinaan mental atau pembekalan pengetahuan umum agar dapat menjadi siswa-siswa SMA Negeri 1 Pekalongan yang unggul.

Ide yang diajukan:
Adanya pembekalan materi (selain latihan fisik) oleh dewan senior (atau senior jika dewan senior berhalangan) sebagai bentuk baku latihan rutin.

Uraian proses/cara penggunaan:

Latihan rutin dibuat memiliki urutan sebagai berikut

  • Senam perengangan dan laporan siap mengikuti latihan : hingga pukul 14.30 WIB
  • Pembekalan materi non latihan fisik : 14.30 – 14.45 WIB
  • Latihan fisik (termasuk istirahat) 14.45-17.00 WIB
  • Evaluasi latihan : 17.00 – 17.15 WIB

Pembekalan materi non latihan fisik dilakukan oleh dewan senior dengan tujuan agar komunikasi antara dewan senior dengan junior dapat terjalin dan peran dewan senior sebagai pengawas dapat dijalankan dengan lebih baik.

Manfaat yang diperoleh:

  • Junior terhindar dari sakit perut karena tidak sempat beristirahat sejenak setelah makan
  • Junior dibekali dengan pembinaan mental atau pengetahuan umum
  • Komunikasi antara dewan senior dan junior dapat terjalin
  • Dewan senior dapat memantau perkembangan Passus dengan lebih baik.

Judul Ide: Pembuatan teks doa upacara

Masalah yang dihadapi:
Teks doa saat upacara tidak pernah mengalami perubahan

Uraian masalah:
Ada kesan bahwa doa saat upacara hanya sekedar formaslitas karena teks doa tersebut tidak pernah berubah. Doa saat upacara seharusnya dapat menyesuaikan tujuan upacara tersebut misalnya sedang memperingati hari guru, hari Pahlawan atau upacara awal tahun atau doa persiapan siswa-siswa SMA Negeri 1 Pekalongan dalam masa ujian.

Ide yang diajukan:
Pembuatan teks doa yang sesuai dengan tujuan diadakan upacara atau teks doa dengan situasi yang sedang dihadapi.

Uraian proses/cara penggunaan:
Ada perencanaan pembuatan teks doa agar sesuai dengan tema upacara atau situasi yang sedang dihadapi. Teks doa yang akan dibacakan terlebih dahulu disetujui oleh pembina Passus (atau yang berkaitan, mis guru agama).

Manfaat yang diperoleh:

  • Doa saat upacara tidak akan disebut sebagai formalitas belaka.
  • Peserta upacara merasakan manfaat berdoa dan saling mendukung (berempati) sesuai dengan apa yang didoakan secara bersama-sama.

Judul Ide: Pendokumentasian formasi barisan

Masalah yang dihadapi:
Passus tidak mempunyai referensi yang cukup baik mengenai formasi barisan.

Uraian masalah:
Sering kali Passus kerepotan saat membutuhkan formasi barisan menghadapi suatu perlombaan atau acara yang ingin menampilkan formasi. Hal ini disebabkan Passus tidak memiliki referensi yang dapat dipelajari (bukan hanya dilihat) yang baik. Baik di sini diartikan sebagai dapat diakses dengan mudah dan memiliki penjelas bagaimana melakukan formasi tersebut.
Selama ini Passus hanya mengandalkan ingatan turun temurun atau bantuan alumni yang mahir dalam formasi. Kondisinya manusia mudah lupa dan belum tentu alumni dapat hadir saat ada latihan. Sebaiknya Passus memiliki media yang dapat dijadikan referensi sehingga Passus memiliki banyak formasi. Dengan adanya media tersebut, kualitas formasi juga akan terpacu untuk semakin baik.

Ide yang diajukan:
Pembuatan buku formasi yang dilengkap dengam nama formasi, bentuk akhir formasi, urut-urutan pembentukan formasi dan penjelasannya, gambar atau video.

Uraian proses/cara penggunaan:
Pembuatan buku formasi sebenarnya bukan hal yang baru, sudah ada 2 buku formasi yaitu yang dibuat oleh angkatan XIII dan XIV tetapi buku itu hilang. Pembuatan buku formasi juga belum menjadi program kerja di Passus. Pembuatan buku formasi ini dilakukan setiap junior akan menjadi senior (sebagai tugas (latihan mandiri) sebelum naik ke tingkat selanjutnya) atau saat ada formasi baru yang tercipta sewaktu persiapan perlombaan.

Manfaat yang diperoleh:

  • Passus memiliki referensi dalam berlatih referensi
  • Pengembangan formasi barisan di Passus akan terpacu untuk menghasilkan formasi yang selalu baru
  • Buku formasi barisan akan menjadi aset/kebanggaan bagi Passus.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: