Akhirnya Jadi Karyawan

Siapa yang sangka bahwa 9 hari setelah dinyatakan lulus sidang tugas akhir (bukan wisuda), saya langsung bekerja. Ya… Bukan sesuatu yang luar biasa karena banyak teman saya yang bahkan belum lulus tetapi sudah bekerja. Ada yang menjadi wirausaha muda dan ada yang bekerja di laboratorium ataupun di perusahaan asing. Ada juga yang sudah mendapat ijazah tetapi belum bekerja. Yang mana pun sebenarnya tidak menjadi masalah besar karena jalan masing-masing orang berbeda-beda. Bahkan perihal bekerja tidak pernah terbesit di benak mereka yang begitu lulus langsung melanjutkan belajar di tingkat S2.

Tertanggal 1 Desember 2011, saya mulai bekerja di PT. Pamapersada Nusantara bagian Operation Division dengan jabatan Fresh Graduate Trainee (Production Group Leader). PT. Pamapersada Nusantara yang biasa dikenal dengan sebutan Pama merupakan kontraktor tambang batubara. Ya… Sekarang saya bekerja di bidang pertambangan. Walaupun tidak punya dasar keilmuan mengenai pertambangan, kalau soal alat berat, saluran drainase dan stabilitas lereng masih tahu sedikitlah. Saya ditempatkan di Kalimantan Timur dan tergabung dalam departemen Pit Service.

Front Office Pama (Jakarta)

Akhirnya jadi karyawan juga, padahal dulu orang tua mengajarkan kalau bisa jangan jadi karyawan karena sehebat apapun karyawan selalu kalah dengan jari telunjuk. Bingung? Jari telunjuk di sini maksudnya adalah jari telunjuk bos yang sedang memerintah dengan kata lain karyawan harus selalu menuruti perintah atasan. Kalau tidak jadi karyawan jadi apa? Pengusaha? Entahlah, dari dulu saya merasa tidak berbakat menjadi pengusaha.

Saya tidak lupa bahwa (mungkin) saya sebaiknya jadi pengusaha, tetapi jadi karyawan tidak juga jelek asalkan prasyarat dan beberapa syarat ini terpenuhi. Minimal ada 2 syarat yang saya pertimbangkan ketika menjadi karyawan, yaitu penghasilan yang cukup untuk biaya hidup (termasuk tabungan masa depan) dan jenjang karir yang jelas. Sedangkan prasyaratnya adalah kepemimpinan atasan. Mengenai bagaimana kepemimpinan atasan tidak akan saya ceritakan, saya yakin masing-masing orang punya bayangan bagaimana sikap pemimpin yang baik. Saya juga yakin bahwa walaupun orang-orang punya bayangannya masing-masing, bayangan itu akan konvergen.

Ada pertanyaan yang sering sekali ditanyakan, “Berapa lama Anda akan bekerja di sini?”. Bagi saya ini bukan pertanyaan yang mudah karena ada dorongan untuk menjadi pengusaha, untuk bekerja di bidang yang sesuai dengan keilmuan ataupun untuk bekecimpung di dunia politik (untuk yang terakhir ini saya sendiri juga bingung muncul dari mana) tetapi saya tidak suka menjadi kutu loncat. Jadi, sampai sekarang pertanyaan itu belum dapat saya jawab dengan mantap.

Ternyata betah itu suatu soft-skill tersendiri,
karena tidak semua orang bisa.
-Seorang Alumni Teknik Sipil ITB Angkatan ’77-

Sekarang saya sudah bekerja di Pama, saya akan mencoba bertahan di sini. Bila Pama bisa memenuhi semua persyaratan yang ada, bukan menjadi hal yang tidak mungkin bahwa saya akan mengabdi di sini. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan pula bahwa saya akan berkecimpung di hal yang sudah saya sebutkan nanti. Mari lihat saja hasilnya, sejauh apa “soft-skill” saya menjawab hal ini.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

3 responses to “Akhirnya Jadi Karyawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: