Be Proud of Your Baby

Judul tulisan ini punya efek khusus bagi kami, Khristya, Nessia, Doddey dan Alvin. Saat itu kami tegabung dalam tim 150 Candela, salah satu tim finalis KJI 2010 dari ITB, yang dibimbing oleh Pak Iswandi. Efek yang muncul adalah rasa percaya diri, lebih tepatnya rasa bangga, yang akhirnya membebaskan kami dari jerat keputusasaan.

Rasa percaya diri kurang tepat untuk menjelaskan efek itu karena percaya diri baru muncul setelah rasa bangga itu muncul. Pak Iswandi berpesan dan menyuruh kami untuk bangga dengan “bayi” kami. Ya… Kini kami dapat bangga dengan “bayi” kami, tetapi rasa ini tidak serta-merta muncul. Ada rasa malu yang harus diusir terlebih dahulu. Pengusiran rasa malu harus dengan penjelasan yang masuk akal. Kami bukan orang yang bangga akan sesuatu dalam keadaan buta. Dalam hal cemburu, kami juga tidak suka yang buta (sepertinya sih begitu, :P).

Oke, kami bangga dengan “bayi” kami karena ia terlahir dalam keadaan lengkap (tidak cacat), lucu, imut, cakep dan sehat. Lho!? “Bayi” yang kami maksud bukan bayi manusia maupun bayi makhluk hidup lainnya. Yang tadi hanya bercanda. Kami juga sempat kaget ketika Pak Iswandi menggunakan istilah baby, istilah yang tidak lazim untuk digunakan dalam memotivasi. “Bayi” yang kami maksud adalah sesuatu (benda) yang kami ciptakan. Langsung saja, “bayi” itu adalah jembatan baja dengan bentang 6 meter yang kami desain dalam KJI 2010 ini.

Si Empat Fantastis

Sangat mudah untuk membanggakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu yang terbaik, tetapi bagaimana untuk tetap merasa bangga dengan sesuatu yang kurang baik? Jembatan kami bukanlah sesuatu yang sempurna seperti yang dapat kami bayangkan. Saya tidak bermaksud rendah diri atau menjelek-jelekkan karya sendiri, tetapi jembatan kami ternyata memiliki kelemahan-kelemahan yang telah kami sadari sebelum jembatan ini maju ke medan perang.

Kelemahan-kelemahan itu muncul dari evaluasi sistem sambungan yang menyatakan sambungan tidak memiliki penyaluran gaya yang baik (tetapi desain awal tidak boleh berubah) dan proses perakitan yang tidak berjalan mulus. Proses perakitan ini yang benar-benar membuat kami putus asa karena lubang baut yang tadinya pas menjadi tidak ada yang pas. Kami sampai mengganti tukang las sebanyak empat kali untuk membuat dan memperbaiki jembatan kami ini. Bayangkan betapa kacaunya situasi saat itu, jembatan disambung dengan las tetapi dibongkar pasang terus menerus. Bagaimana caranya kami dapat tetap tenang, percaya diri dan bangga dengan apa yang kami buat?

Si Empat Fantastis: Doddey Sanjaya

Si Empat Fantastis: Nessis Fausta C.

Setidaknya ada dua hal yang diuraikan oleh Pak Iswandi untuk memberi pemahaman kepada kami tentang “Be Proud of Your Baby“. Dua hal tersebut berkaitan dengan prosedur yang semestinya dan tanggung jawab. Kedua hal itu sangat erat hubungannya dengan proses. Semua orang tahu bahwa proses merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam suatu kegiatan tetapi sangat jarang yang menjelaskan apa yang dimaksud proses itu, atau bagaimana seharusnya sebuah proses dilakukan.

Pak Iswandi terkaget-kaget ketika kami memberitahu bahwa kami memiliki data kekuatan dan regangan baja yang digunakan untuk elemen batang jembatan kami. Kemudian beliau bilang, “Wah, kalian sudah melakukan sesuatu yang advanced dalam engineering. Tidak semua engineer mau melakukan hal ini”. Kami merasa lega dan senang, ternyata ada hal yang dapat kami pegang sebagai alasan untuk membela jembatan kami. Jembatan kami tidak sekecil perlombaan, jembatan kami merupakan sebuah karya rekayasa, sesuatu yang mungkin “sederhana” tetapi advanced.

Tidak ada satupun dari kami yang menyangka bahwa uji tarik elemen baja yang kami lakukan bisa memberikan kami pengalaman lain yang berharga, padahal uji tarik seperti pernah kami lakukan saat awal kami masuk Program Studi Teknik Sipil.

Sampel uji tarik baja dengan strain gauge

Kurva tegangan-regangan hasil pengujian

Berikutnya adalah soal tanggung jawab. Pak Iswandi berkata, “kalau bukan kalian yang bangga, tidak ada lagi yang bisa”. Kenapa yang lain tidak bisa? Apakah mungkin karena hanya kami yang mengerti secara mendalam setiap proses yang kami lakukan? Hal ini menjadi menarik ketika dikaitkan dengan rasa tanggung jawab. Setiap proses akan menjadi proses yang sia-sia, tanpa makna bila dilakukan tanpa tanggung jawab. Pekerjaan ini-itu hanya untuk formalitas saja. Apa manfaat dari proses yang hanya sekedar formalitas?

Dengan tanggung jawab itu, kami mengikuti setiap proses pembuatan jembatan kami dengan baik. Kami mengerti jembatan kami luar dan dalam, secara konsep (perencanaan, optimasi desain, dll) dan secara teknis. Pertanyaan apapun mengenai jembatan kami akan kami jawab, mungkin ada beberapa pertanyaan yang tidak dapat kami jawab, tetapi kami yakin ketidaktahuan kami tentang jawaban pertanyaan itu dapat kami pertanggungjawabkan. Tanggung jawab ini juga menjadi landasan untuk penentuan prioritas dan pembuktian integritas kami.

Si Empat Fantastis: Parluhutan Alvin Joseph Sitorus

Si Empat Fantastis: Khristya Pusparini Pramitha

Kurang lebih dua hal itulah yang menguatkan makna “Be Proud of Your Baby“, entah bagaimana pendapat kawan seperjuangan yang lain, tetapi ide tulisan di atas diperoleh dari hasil diskusi incognito bersama mereka.  Itulah yang membuat kami merasa siap membawa jembatan kami ke medan perang apapun kondisi dan hasilnya nanti. Bangga kami bukan bangga soal menang kompetisi, itu hanya bonus saja. Kami merasa bangga karena kami sudah “melahirkan” sesuatu yang emang milik kami, jerih payah kami.

Sepertinya tugas utama dosen pembimbing bukan menurunkan semua ilmu kepada mahasiswa yang dibimbingnya, tetapi mengkomunikasikan ilmu yang ia miliki menjadi sebuah masukan yang konstruktif-terpahami dan memberikan “semangat” (baca: pemahaman) yang tidak mungkin muncul dengan sendirinya dari tingkat kedewasaan seorang mahasiswa.

Itu gunanya dosen pembimbing:
memberi semangat dan masukan.
– Pratama Haditua S. –

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

3 responses to “Be Proud of Your Baby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: