0/34: Piala Kita Dicuri!

Sambutan yang diberikan oleh Pihak Dikti (maaf, saya lupa mencatat nama Ibu) cukup mengelitik karena beliau mengatakan bahwa sebentar lagi ada bagi-bagi piala, yang dimaksud adalah pengumuman pemenang, dan setiap tim pasti akan membawa pulang minimal satu piala. Bah, bagaimana mungkin tiap tim membawa pulang minimal satu buah piala. Tahun lalu, tim 150 Candela (finalis KJI Kategori Jembatan Baja dari ITB, saya tergabung dalam tim ini) pulang dengan tangan kosong. Beliau berkata seperti itu karena jumlah piala sangat banyak. Saya tahu jumlah piala memang banyak tetapi apakah jumlah piala melebihi jumlah tim yang ikut serta dalam tahap final ini?

Tim 150 Candela bersama dengan pihak kemahasiswaan dan asisten kerja

Pertanyaan itu membuat saya menghitung dan membandingkan jumlah tim dan piala yang ada. Tahun lalu saya hanya menghitung jumlah tim saja. Astaga! Jumlah piala (memang) lebih banyak dari jumlah tim. Ada 34 buah piala sedangkan jumlah tim hanyalah 33 tim. Hal ini berarti jika piala dibagi secara merata maka 1 tim mendapat 1 buah piala seperti yang dikatakan oleh Ibu dari Dikti. Sisa satu piala untuk siapapun tidak menjadi masalah, yang penting tidak ada tim yang pulang dengan tangan kosong.

Faktanya adalah 2 tim dari ITB (baca: HMS ITB) pulang dengan tangan kosong. Pertanyaan: Dimanakah 2 piala milik ITB?  Tidak ada! Piala itu tidak ada! Hilang karena jatuh? Tidak mungkin, kalau jatuh pasti berbunyi keras dan kita (HMS ITB) sadar piala itu jatuh. Hm… Tidak salah lagi, piala kita dicuri! Siapa pelakunya? Siapa pencuri itu? Sebelum mencari pelaku, apa ciri-ciri 2 piala (yang seharusnya milik) kita itu, tidak mungkin pelaku ditemukan jika kita tidak tahu bentuknya. Ini ciri-ciri yang teridentifikasi dari 2 piala kita yang dicuri:

Piala pertama adalah piala yang bernama “Reka Cipta Griya Indonesia”, diberikan untuk peraih nilai kumulatif tertinggi di KBGI, piala bergilir. Bentuknya seperti gambar berikut,

Fotografer: Gandrie

Eh, sepertinya identifikasi ciri-ciri piala yang ini salah karena kedua tim dari ITB berada di KJI, bukan di KBGI. Ya, tapi seharusnya piala ini yang kita bawa pulang, :D. Penting untuk diketahui bahwa piala ini dibawa pulang oleh Politeknik Negeri Bandung. Mereka membawa piala ini beserta piala juara I KBGI dan 2 juara kategori. Wah…Wah… Polban membawa 3 tim. Kalau berdasarkan azas keadilan, jatah piala mereka adalah 3 buah, mereka kelebihan satu piala. Bisa saja kelebihan satu piala itu seharusnya punya ITB, piala Reka Cipta Griya Indonesia seharusnya punya ITB, 😀 (tetap aja ngotot piala ini harus dibawa pulang oleh ITB).

Tim KBGI Polban membawa pulang Piala Reka Cipta Griya Indonesia

Piala kedua adalah piala yang bernama “Reka Cipta Titian Nusantara”, diberikan untuk peraih nilai kumulatif tertinggi di KJI, piala bergilir. Bentuknya seperti gambar berikut,

Fotografer: Gandrie

Identifikasi piala yang ini tidak mungkin salah. Dengan adanya 2 tim ITB di KJI, peluang ITB mencuri piala ini cukup besar. Sayang sekali Politeknik Negeri Jakarta yang mengirimkan 3 tim di KJI merebut piala ini lebih dulu. PNJ membawa pulang piala ini beserta 1 piala juara II dan 2 piala juara III serta 3 piala kategori. Masih berlandaskan azas keadilan, PNJ kelebihan 3 piala. Dua piala entah punya siapa, yang jelas 1 piala, piala Reka Cipta Titian Nusantara, itu punya ITB, 😀 (tetap ngotot seperti kasus piala juara umum KBGI).

Bukti PNJ tidak tanggung-tanggung

Oke… Harus diakui bahwa kali ini ITB kurang maksimal, dari target 4 tim yang ikut serta dalam KJI KBGI hanya 2 tim yang lolos (Jembatan baja dan jembatan busur). Harapan mencuri sebanyak-banyaknya piala di KJI juga belum berhasil. Dengan kondisi hanya 2 tim yang lolos, sebenarnya ITB masih berpeluang merebut 15 piala yang terdiri dari 12 piala kategori, 2 piala juara I dan 1 piala juara umum, :D.

Tahun ini dari 34 buah piala, ITB mendapat 0 piala, 0/34. Tidak masalah, yang lebih penting adalah bagaimana tetap mendapatkan manfaat dari keadaan ini dan bagaimana menyikapi tantangan yang akan datang. Lalu apakah tahun depan ITB yang diwakili oleh HMS ITB dapat mencuri piala-piala yang ada? Ya… dari 34 piala cukuplah 26 buah saja karena tidak mungkin merebut piala juara I, II dan III sekaligus, :D. Kita lihat saja tahun depan.

The harder you fall,
the higher you bounce.
– Horton, Doug –

Dalam kasus ini, sepertinya saya rela kalo HMS ITB dibilang sebagai pencuri ulung…

NB:

  • Data pemenang saya rangkum sendiri.
  • Beberapa istilah di atas dibesar-besarkan.
  • Mohon maaf bila ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: