Kok Hanya Panjang

Ternyata menulis itu tidak mudah. Malam ini, baru saja, saya menulis tentang reaksi saya melihat komentar teman-teman mengenai kaum papa di sekitar kampus kami. Hm… Alur berpikir sudah ada, tetapi entah setelah ditulis kok berasa kosong. Panjang, terlihat runtut tetapi kemana-kemana dan berbelit, tidak ada isinya. Akhirnya tulisan itu saya hapus. Huh, yang jelas saya tidak suka ketika teman-teman saya hanya merasa kasian atau hanya memberi sedekah kepada kaum papa tanpa melakukan sesuatu yang lebih berarti yang seharusnya dapat dilakukan oleh mahasiswa.

Tertawa miris karena kebanyakan mahasiswa (mungkin termasuk saya) bangga dengan status mahasiswa atau sarjana, tetapi tidak bertindak sebagaimana mestinya. Tertawa miris juga, karena saya mengaku kaum terdidik tetapi tidak bisa menuliskan apa yang saya pikirkan.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: