Bermain Air Basah

Bermain air basah, bermain api hangus. Aku tahu setiap perbuatan pasti ada resiko, berbicara pun memiliki resikonya sendiri. Aku merasa manusia membutuhkan perayaan, contoh dapat diambil dari yang telah berlalu. Musim semi akan tiba ada perayaan musim semi, musim panen tiba ada perayaan syukur, gedung akan dibangun ada perayaan peletakan batu pertama lalu gedung akan dipakai ada perayaan potong pita.

Entah apa guna perayaan, sepertinya manusia begitu menginginkan. Akupun menginginkan tersebut. Aku butuh penanda bahwa sesuatu hal telah selesai. Maklumlah, aku ini melankolis, pikiranku selalu dipenuhi oleh hal-hal yang tidak perlu dipikiran menurut orang lain. Mungkin aku hanya ingin semua ini berakhir, tapi apa yang bisa membuatku yakin ini sudah berakhir. Tidak ada perayaan yang dilakukan sendiri.

Aku hanya ingin membuat perayaan sederhana, malas bila harus memastikan tidak ada jejaknya dibuku yang telah disimpan dengan baik. Cukuplah hanya dari tahun yang masih berjalan.

13 Januari 2011

Malam ini aku pulang ke Pekalongan.
Hm… Sore ini, aku ketemu Nathasya buat menemui Kak Trias terkait pelaksanaan praktikum Gagayu. Entahlah, aku merasa aneh, apa benar hanya sepatah kata-kataku bisa membuat Nathasya sebegitu semangat. Kalau aku yakin, memang dia sendiri bersemangat dari dirinya.
Entah, bukan aku merasa gagal, tapi kalau aku dibilang penakut aku akan diam saja, seperti yang biasa Nathasya katakan lewat mimiknya, penakut. Aku hanya ingin hidupku tidak terlalu bergejolak.

14 April 2011

Sudah lama tidak dibicarakan, hari ini Gagayu kembali dibicarakan. Hm… Akhirnya ada outline yang jelas untuk perbaikan modul Gagayu, semoga saja cepat selesai dan tidak menjadi beban.

11 Mei 2011

Yeah… Galau… Eh… Kenapa galau, wong cuma ngerjain Gagayu aja, sama Nathasya dan ada Naila. Ya Gagayu yang tak kunjung selesai, entah sejak kapan semua itu jadi berat.

25 Mei 2011

Hm… Hm… Gagayu, ada rencana untuk memperbaiki modul Gagayu, ya itu salah satu sticky note. Ya sudahlah, gak ingin banyak berkomentar tentang yang satu ini.

13 Juni 2011

Seharusnya hari ini aku ada kumpul Gagayu, tapi aku gak bisa datang. Badanku lemas sekali. Padahal kemarin hasil cek darah baik-baik saja.
Hm… Melewatkan kumpul Gagayu sebenarnya suatu kerugian besar, entahlah aku malas menceritakannya. Yang jelas kami berempat seperti ini dan aku akan diam saja. Aku benci!

20 Juli 2011

Sial, lagi-lagi aku kembali menjadi orang yang super sensitif, di-senggol sedikit langsung luar biasa bad mood. Padahal mereka yang nyenggol itu bener, nginetin soal berdoa, TA, Gagayu. Kenapa aku jadi begini… Menjadi orang yang aku sendiri benci.
Tenang Dod… Tenang… Semua sudah berantakan. Selesaikan satu-satu… Ayo buku harian, beres-beres, Alkitab, lalu Gagayu, besok Gagayu lagi.
T.T

22 Juli 2011

Yeah… Joget-joget sampai gila… Aih-lah, kenapa ya aku terbeban banget sama Gagayu ini, padahal ya gak susah… Seharian aku mengerjain Gagayu, susah sekali fokus, padahal aku tahu, kalau cuma diliatin itu modul gak akan benar sendiri.

23 Juli 2011

Lagi-lagi mengerjakan Gagayu, tapi untunglah kali ini sesuatu yang sedikit dikuasai, diagram alir, bukan teori-teori atau rumus-rumus yang tidak pernah cocok dengan otak. Walaupun begitu, masih butuh waktu lama sampai jadwal yang lain berantakan.

16 Agustus 2011

Hm… Gagayu kumpul lagi, tapi ada perubahan besar di sini, Fadhil jadi koordinator asisten, entah bagaimana ceritanya. Yang jelas harus ada perubahan yang mendasar di praktikum Gagayu. Semoga… Tidak boleh ini menjadi beban, siapapun itu yang terbebani.

23 Agustus 2011

Siang ini bertemu dengan Fadhil, melanjutkan diskusi mengenai Gagayu. Diputuskan kami (Naila, Nathasya, Khristy, Rio dan aku) tetap melanjutkan revisi sampai selesai, diserahkan ke Fadhil. Selanjutnya Fadhil yang pegang kendali.

12 September 2011

Siang ini ada kumpul Gagayu, haha… Entah kapan Gagayu ini selesai, muak rasanya. Capek… Sepertinya aku memang bukan apa-apa dan aku benci menjadi seperti ini.

17 September 2011

Gagayu… Gagayu… Gagayu… Padahal ini gak susah, tapi kenapa bebannya begitu berat. Kalau ingat saja sudah bikin mood jadi jelek, haha… Memalukan.
Semoga saja malam ini jadi pekerjaan terakhir, tidak ada revisi dan tinggal cetak. Entah ini untuk apa…

Setelah itu, aku butuh waktu sekitar 1 minggu hanya untuk memastikan apakah yang telah dilakukan selama ini selesai. Setelah ini, jika di tanya, apa yang aku lakukan akhir-akhir ini, aku tidak akan menyebutkan yang satu ini dalam jawabanku. Ketika ada perasaan terpaksa yang disesali, kenapa itu bisa menjadi sesuatu yang [sensor].

“Every man is guilty of all the good he did not do.” -Voltaire-

Semua telah selesai kemarin. Semoga tulisan ini bisa menjadi perayaan bagiku sendiri.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: