Lahirnya Seorang Pecundang

Seorang anak manusia lahir. Tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh lingkungannya : keluarga, sekolah dan masyakarat tempat ia tinggal. Tanpa sadar ia tumbuh menjadi seorang pengecut. Apa itu pengecut? Pengecut itu penakut, pengecut itu munafik. Ya… Tanpa sadar, ia menjadi pengecut.

Akan tetapi, setiap orang berhak untuk belajar, ia punya hak itu. Ia sadar, ia ingin berubah, ia yakin bisa berubah, ia yakin pasti berubah. Tidak ada yang abadi, termasuk menjadi seorang pengecut. Ia belajar, belajar dan belajar. Melalui apa saja yang mungkin baginya. Apa saja yang menurutnya benar ia pelajari. Lalu, ia berubah, seperti terlahir kembali, dari seorang pengecut menjadi seorang pecundang. Tidak ada yang abadi, setiap manusia pasti berubah, tetapi ke arah mana?

Pecundang ialah mereka yang dikalahkan.Kalah oleh siapa? Entahlah, tidak ada yang dapat menjawab, bisa saja kalah oleh penguasa, keadaan yang menghimpit atau diri sendiri. Mungkin saja ia salah belajar, seperti orang membersihkan coretan pensil pada kertas dengan mencucinya. Jangan tertawa! Benar adanya bahwa sesuatu yang dicuci (seharusnya) akan bersih, tetapi tentu saja itu tidak berlaku untuk benda yang rusak jika terkena air.

Dari pengecut, belajar, berubah lalu menjadi pecundang. Tidak ada yang dapat dikatakan lagi kepadanya. Semoga saja ia segera menemukan cara untuk berubah. Berubahlah terus, terus sampai mati.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

5 responses to “Lahirnya Seorang Pecundang

  • Agustino Pratama

    Makasih mas, ini sepertinya note buat saya ya???
    Haha…

  • rindusurga

    wow, ternyata kamu produktif banget ya… kayaknya waktumu sehari lebih dari 24 jam ya, hehehe. good job.

    tentang tulisanmu ini, padahal manusia bisa lahir ke bumi karena dia adalah pemenang ya. pemenang dari ribuan sel sperma yang berebut satu sel telur. tidak disangka, pengaruh lingkungan begitu dahsyat, dari 100 (pemenang) menjadi 0 (pecundang).

    • Dode

      Produktif gimana ni… ๐Ÿ˜€ Banyak kerjaan yang terbengkalai juga kok, hehe.. ini lagi usaha…

      Wah, bener juga ya… sudah pernah dengar, tapi lama banget sampai lupa, kalau manusia lahir berarti dia sudah berhasil mengalahkan ribuan pesaingnya, hehehe… Makasi telah diingatkan.

      Yah, apa boleh buat, manusia itu makhluk sosial, butuh lingkungan tertentu untuk hidup. Terkadang kebutuhan itu sampai membuatnya lupa membentengi diri sendiri dari pengaruh negatif lingkungan. Yang dari 100 menjadi 0 gak banyak kok, kasus khusus lah, heheh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: