Terlambat

Aku benci dengan istilah “tidak ada kata terlambat” seperti yang didengungkan oleh kebanyakan orang. Bagiku, ada kata terlambat. Jika tidak ada, kenapa waktu dulu aku pernah dihukum berdiri di depan kelas bahkan aku tidak diizinkan untuk masuk sekolah ketika sampai di sekolah lebih dari pukul tujuh.

Bah… Aku katakan lagi, kata terlambat itu ada dan itu tidak sama dengan kata terlanjur. Terlanjur itu ibarat nasi telah menjadi bubur, tetapi terlambat ya terlambat saja. Bukan pula berarti aku tidak setuju dengan istilah “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”, justru sebaliknya aku setuju. Bagiku ada kata terlambat dalam segala hal dan beberapa dari segala hal itu menyisakan istilah “masih ada waktu” sebelum hal itu benar-benar berakhir.

Kini, batas itu telah muncul, tetapi aku dan kami tetap santai saja seolah-olah batas itu tidak pernah ada. Benci!

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: