Wantap is So Good

Oleh Almira Chusna (Angkatan XVIII)

Tik tik tik bunyi hujan di atas genting, lirik sebuah lagu anak-anak yang menggambarkan suasana saat hujan. Tetapi untuk Wantap Angkatan XVIII,  Liriknya berubah menjadi tik tik tik bunyi hujan di atas truk Brimob.  Yeah…! Sampailah di sebuah desa, gerimis mengguyur tubuh kami. Dikirain sudah sampai, eh ternyata… eh ternyata… kami, peserta Wantap disuruh jalan terlebih dahulu dulu. Senior segera memerintahkan peserta untuk turun dan membawa barang yang diperlukan selama  perjalanan ke bumi pemantapan.

Wow, bumi pemantapan kami, tempat yang asri dan menyegarkan!

Tenda hijau untuk putri, tenda putih untuk putra. Jika hujan, tanah di depan tenda menjadi kubangan lumpur.

Kami berjalan dalam kelompok-kelompok kecil dan setiap kelompok didampingi oleh seorang senior. Perjalanan dengan pemandangan yang indah membuat kami sedikit terhibur. Setelah berjalan cukup jauh dengan melewati jalan yang licin, persawahan dan sungai akhirnya kami bertemu dengan seorang senior. Kami diberi makanan, minuman dan nama Wantap,  nama yang akan digunakan selama wahana ini cukup mengejutkan bagi peserta. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan hingga kami sampai di bumi pemantapan kami mendirikan tenda.

Acara pertama setelah mendirikan tenda adalah makan malam. Sebelum makan malam, peserta diajari senior sebuah nyanyian yang kemudian kami nyanyikan setiap hendak makan. Makanpun dimulai. Pada saat makan sangat terasa kebersamaan antar peserta. Peserta saling membantu tidak perduli entah itu cewek atau cowok.

Suasana mengantri makan pada siang hari

Berdoa mengucap syukur sebelum makan

Berikutnya adalah evaluasi. Dalam evaluasi, peserta dilatih untuk berbicara, berpikir memecahkan masalah dan pastinya pengalaman dari kegiatan sebelumnya yang sudah kami lakukan dijadikan pelajaran. Jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Ok, let’s sleep!

Dini hari kami dibangunkan oleh senior. Kami disuruh untuk mencari baju dan topi untuk latihan dengan cara berjalan menyusuri kampung . Namun kami tidak menemukannya, akhirnya kami kembali ke bumi pemantapan. Setelah melapor kepada senior bahwa kami tidak menemukan baju dan topi, kami diberi petunjuk untuk menemukan baju dan topi tersebut. Dengan petunjuk itu, pencarian kami tidak sia-sia. Yeah!

Pagi hari kami berolahraga, lari-lari keliling kampung. Sambil lari-lari kami dengan bangga melantunkan yel-yel angkatan XVIII. Kalau bernyanyi bersama-sama seperti itu rasanya “merinding disko”,😀. Setelah itu kami kedatangan pembina Passus tercinta yaitu P. Tjiptoroso. Pak Cip, begitu panggilan akrab beliau, mengisi sarasehan. Setelah itu, kami diberi tugas oleh Senior untuk menuliskan harapan setelah Wantap dan beberapa hal lainnya  di selembar kertas  kemudian dimasukkan ke dalam sebuah botol. Tentu saja ada tugas-tugas lain yang harus kami tulis di Buku Wantap.

Bak tuan rumah sedang mengadakan pesta, tamu datang silih berganti. Tamu berikutnya adalah pendiri Passus yaitu mas Romadhon. Mas Romadhon menceritakan sejarah Passsus, para peserta manthuk-manthuk tanda mengerti. Wah… Tiba-tiba debu merapi dirasakan wahana pemantapan. Segera kami memakai slayer demi keselamatan. Setelah debu merapi hilang, hujan yang datang, kami masuk ke tenda.

Setelah hujan reda, kami diberi materi pelatihan PBB dan TUB hingga menjelang sore. Waktu pelatihan TUB hujan kembali mengguyur, para peserta masuk tenda lagi. Tenang saja, meskipun hanya di dalam tenda, kami memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan mengerjakan penugasan dari senior.

Berlatih 1

Berlatih 2

Berlatih 3

Berlatih 4

Malam minggu, yeah! Biasanya pergi ke suatu tempat tetapi malam minggu kali ini sungguh sangat berbeda. Malem minggu kali ini kami lagi “perang”.  Malam ini, kami kedatangan Dewan Senior. Dewan Senior yang biasa dipanggil DS melihat pentas seni yang peserta tampilkan. Meskipun cukup spontan, pentas seni ini cukup menghibur. Menghibur buat peserta, entah penonton terhibur atau tidak.  Semoga penonton juga terhibur,😀. Setelah pentas seni selesai kami lanjutkan dengan perkenalan peserta dengan Dewan Senior. Tak lupa kami juga mempersembahkan yel-yel angkatan XVIII untuk Dewan Senior. It’s so good.

Dewan Senior dan beberapa tamu undangan menjadi penonton pentas seni

Salah satu kelompok sedang menampilkan pertunjukan

Selamat pagi! Pagi ini diawali dengan renungan yang dikuti dengan sholat subuh. Seperti hari kemarin kami berolahraga dan makan pagi. Makan pagi kali ini berbeda dengan makan sebelumnya. Makan kali ini di dahului dengan minum susu, supaya 4 sehat 5 sempurna, haha…

Siapa sangka acara dinamika kelompok dapat menghilangkan stress yang menumpuk. Peserta cukup terhibur dengan dinamika kelompok ini ditambah dengan adanya peserta cowok tanding bola dengan seniornya. Lha? Yang peserta cewek? Peserta cewek mendukung dan memberikan semangat kepada rekan-rekannya. Seperti biasa yang tak terlupakan adalah kami menyanyikan yel-yel kami. Pertandian berlangsung seru, kami kira kami yang menang tapi ujung-ujungnya senior juga yang menang. Ya… Yang penting semua senang dan sehat.

Setelah itu kami diberi waktu oleh senior untuk membersihkan kaos kaki dan sepatu yang penuh dengan lumpur. Yah maklumlah hujan membuat lapangan menjadi becek. Alhasil sepatu kami yang tadinya hitam mengkilat berubah warna menjadi hitam kecoklatan. Inilah hebatnya Wantap, sepatu kami hanya boleh kotor saat Wantap.😛.

Coba amati foto-foto saat kami berlatih, kaos kaki dan sepatu kami “akrab” dengan lumpur,😀. Lalu inilah beberapa dari Senior kami, mereka masih terlihat bersih.

Beberapa Senior, panitia pelaksana Wantap ini

Acara selanjutnya adalah evaluasi akhir, makan enak dan pulang. Begitulah kurang lebihnya Wantap Angkatan XVIII ini. Sebenernya ini hanya garis besar saja, tidak saya ceritakan semua, ya mewakili kegiatan Wantaplah. Kalau ingin tahu Wantap yang sebenernya seperti apa, mangkanya ikut Passus.

Salam,
Angkatan XVIII

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: