Tempat Kejadian Perkara

Belajar dari yang terbui:
ketika jejak kehidupan tidak bisa ditinggalkan begitu saja

Halaman pertama,

Maaf aku telah salah menilaimu kasih…
Aku khilaf! Semoga kita bertemu di surga.
-Kekasihmu-

Halaman kedua,

Maaf, kasih…
Aku sama sekali tak bermaksud mengkhianatimu. Ini hanya kesalahpahaman, yang kau lihat bukanlah yang sebenarnya.

Untuk kesekian kalinya, kasih, aku ingin mengucapkannya bahwa hanya namamulah yang mengisi hatiku.
Aku mencintaimu selama…

Jadilah manusia atau mati!
-Studi Teater Mahasiswa ITB, OHU 2011-

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: