Berlatih Formasi dan Variasi, Mengawasi Diri Sendiri

Oleh Safira Widyaputri (Angkatan XVIII)

Kami bingung harus menjawab apa. Kami memang belum pernah latihan sama sekali. Tentu saja kami dapat menjawab bahwa kami belum menyiapkan apapun tetapi itu bukan jawaban yang kami inginkan.

Pada bulan Februari tahun 2011 Senior telah memerintahkan kami untuk segera berlatih PBB dan menyiapkan formasi dan variasi untuk acara Pelepasan Dewan Senior pada bulan Mei yang akan datang. Mereka sengaja memberitahukannya jauh hari sebelumnya agar kami dapat mempersiapkannya semaksimal mungkin dan menampilkan yang terbaik dari angkatan kami, Angkatan XVIII.

Perintah tersebut disampaikan kepada salah satu rekan saya kemudian disosialisasikan kepada rekan-rekan seangkatan. Hal sulit yang kami temui adalah keharusan merelakan waktu untuk latihan dan menyamakan jadwal latihan agar bisa disetujui satu angkatan tanpa merugikan satu pihak pun. Sekitar paling tidak 2 minggu kami tidak melakukan hal yang cukup berarti, seperti menyusun jadwal latihan apalagi latihan.

Hari Senin tiba. Hari itu merupakan hari evaluasi bagi kami. Dalam evaluasi tersebut Senior bertanya akan persiapan kami untuk acara Pelepasan Dewan Senior. Tak satupun dari kami yang menjawab. Kami bingung harus menjawab apa. Kami memang belum pernah latihan sama sekali. Tentu saja kami dapat menjawab bahwa kami belum menyiapkan apapun tetapi itu bukan jawaban yang kami inginkan.

Akhirnya salah satu rekan kami menjawab dengan jujur. Senior sangat meyayangkan hal tersebut. Komandan memberikan amanat kepada Junior yang tergabung dalam tim lomba untuk meluangkan waktu guna mengurus persiapan tersebut dan senantiasa mengajari serta membantu rekan-rekan.

Setelah evaluasi selesai dan kami keluar dari markas, Komandan Junior yang juga ikut dalam tim lomba langsung menanyakan akan jadwal latihan kepada rekan-rekan. Banyak diantara kami yang tidak bisa. Berbagai alasan dikeluarkan, dari mulai les sampai kewajiban membantu orang tua. Seketika itu juga Komandan Junior yang bernama Egi marah. Ia merasa tidak dianggap oleh rekan-rekannya sendiri. Ia juga sempat memarahi salah satu rekan kami yang beralasan les sehingga tidak bisa ikut latihan. Akhirnya Egi pulang dengan wajah merah akibat marah. Kami semua bingung menghadapinya. Hari itu tidak terjadi kesepakatan apa-apa mengenai jadwal latihan kami.

Pada hari Selasa salah satu rekan kami yang bernama Gibran mengusulkan untuk latihan di DPR (halaman gedung DPRD Kota Pekalongan, red) pada hari Rabu sore jam 14.30 WIB, tepat waktu. Semua menyetujuinya. Meskipun begitu tidak semua dari angkatan kami datang latihan. Latihan baru dimulai pukul 14.45 WIB, tapi sampai detik itu juga Gibran belum datang. Di sela-sela latihan kami sempat bercanda dan ada pula yang mendengarkan radio. Walaupun begitu, latihan tetap berjalan.

Akhirnya Gibran datang, jelas dia terlambat. Ia beralasan ada keperluan dengan eyangnya. Semua anak akhirnya memakluminya. Di tengah-tengah latihan, kami masih bercanda seperti tadi. Tiba-tiba saja Gibran marah karena kami tidak serius dalam berlatih. Akhirnya timbul perselisihan di antara kami. Bersyukur perselisihan tersebut dapat diselesaikan segera.

Keesokan harinya kami terus berlatih sepulang sekolah sesuai jadwal yang telah dibuat bersama hingga sampai hari libur, kami diliburkan karena ada UAS bagi siswa kelas XII. Liburan ini tak kami sia-siakan begitu saja. Kami berlatih setiap pagi.

Hari bergantai hari sampai tiba hari pengecekan kesiapan kami sebelum tampil di acara Pelepasan Dewan Senior nantinya. O’o.. Semuanya berjalan tak sesuai harapan kami. Ada yang lupa gerakan, ada yang lupa hitungan dan ada pula yang tidak tahu gerakannya sama sekali karena jarang berangkat latihan. Formasi dan variasi kami berantakan.

Untunglah Senior memaklumi kesalahan itu semua. Mereka juga memberikan saran agar kami lebih baik lagi. Baiklah, kami akan berlatih lebih serius dan lebih giat lagi. Jika diperhatian, latihan formasi dan variasi adalah latihan yang diberikan oleh Senior, tetapi Senior tidak mengawasi keberjalanannya. Kami sadar bahwa yang diharapkan dari latihan ini adalah sebuat formasi dan variasi baru yang bagus, tetapi yang utama adalah bagaimana kami tetap dapat berlatih walaupun Senior tidak lagi mengawasi (secara langsung). Sebenarnya dalam latihan apapun pengawas tetap aja, pengawas itu adalah diri sendiri. Semoga saat acara nanti kami bisa menampilkan yang terbaik dari angkatan kami untuk Passus kami tercinta. Amin.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: