Yang Terdengar dan Kami Buktikan

Oleh Dina Sofiana (Angkatan XVIII)

Passus. Pertama kali mendengar nama itu, langsung terbayang anak-anak tegas dan berbadan tegap. Organisasi semimiliter, itu yang pertama kali aku denger saat pengenalan organisasi di SMA Negeri 1 Pekalongan. Tugas mengibarkan bendera sepertinya adalah suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri.

Aku pun tertarik untuk mengikuti seleksi. Konon Passus itu asik, rahat, kompak, dan solid. Namun di sisi lain, kekhawatiran akan kelelahan karena latihan masih menghantui. Keraguanku semakin menjadi-jadi ketika mendengar bahwa Passus itu galak, kejam, sangar, kata-kata lain yang terdengar kurang menyenangkan.

“Ikut, enggak, ikut, enggak, pengen ikut, tapi takut, ikut gak ya, bingung…..”

Itulah sepenggal kalimat keragu-raguanku. Pada seleksi hari pertama, aku masih sangat bimbang. Ajakan teman-teman dan kakak kelas untuk mengikuti Passus ataupun mengikuti organisasi lain bagaikan devil and angel bagiku. Rasa penasaran yang sangat besar mebuat aku memutuskan ikut seleksi Passus di hari kedua. Hanya dengan modal nekat dan rasa percaya diri yang tinggi, aku mengikuti tahap demi tahap proses seleksi.

Karena aku ikut seleksi di hari kedua, maka seleksinya lebih sedikit dari hari pertama. Seleksi pertama yaitu public speaking. Aku cukup lancar membawakan materi yang aku dapat. Seleksi kedua yang aku jalani yaitu baris-berbaris. Aku cukup optimis bahwa gerakanku cukup bagus. Selanjutnya, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Karena grogi, ada satu kata yang salah aku ucapkan saat bernyanyi. “Semoga tidak terdengar”, doaku dalam hati. Setelah itu, saya mengikuti seleksi wawancara. Syukurlah, aku dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik.

Seleksi terakhir, yaitu sesi pemantapan. Peserta seleksi dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti sesi ini. Aku tergabung dalam kelompok 4. Sembari menunggu kelompok lain mengikuti sesi ini, para CS (calon Senior; panitia seleksi, red) memberi kami beberapa permainan untuk mengakrabkan kami. Akhirnya, tiba giliran kelompokku memasuki ruangan pemantapan. Kami diminta membaca peraturan-peraturan yang ada di papan tulis, dan melakukan apa yang harus dilakukan. Setelah selesai, kami meninggalkan ruangan dengan perasaan yang sedikit lega.

Menjelang maghrib, para peserta seleksi dibawa ke kelas belakang. Kami diminta menutup mata. Lalu, satu per satu nomor pendaftaran kami disebut. Kami merasa sangat deg-degan, penasaran, takut, senang, semua bercampur jadi satu. Para CS pun terus megingatkan kami untuk tidak putus asa apabila tidak terpilih. “Wah, aku lolos!”, ucapku dalam hati ketika nomor pendaftaran aku disebut. Setelah itu sambil menutup mata, kami yang terpilih dibawa ke depan markas. Setelah semua berkumpul, kami diminta untuk berbaris dan kami diberitahukan bahwa kami sudah resmi menjadi calon Junior Passusbra, angkatan XVIII. Kami juga diberitahu kalau besok sepulang sekolah ada sesi pemantapan dengan CDS (calon Dewan Senior, red). Karena hari sudah petang, kami lalu dipersilakan untuk pulang. Senang dan semakin penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.

Keesokan harinya sepulang sekolah, kami menjalani sesi pemantapan dengan CDS. Kami kembali dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan jumlah anak tiap kelompok lebih sedikit tentunya. Sembari menunggu yang lain, para CS mengadakan sesi perkenalan dengan CJ. Kami membayangkan sesi ini lebih menyeramkan dari yang kemarin. Ternyata bayangan kami salah. Para CDS ternyata baik dan ramah. Kami hanya ditanyai seberapa besar loyalitas kami dan bersediakah kami memotong rambut kami. Kami juga diberitahukan bahwa kami akan segera megikuti latihan pelantikan.

Setelah seleksi, setiap hari diisi dengan latihan pelantikan. Saat latihan hari pertama, diadakan pemungutan suara untuk memilih komandan junior beserta wakil komandan I dan II. Egi terpilih sebagai komandan junior, Iyal sebagai wakil komandan I, dan Safira sebagai wakil komandan II. Setelah itu dipilih bendahara dan sekretaris. Almira terpilih sebagai bendahara, yang bertugas memegang uang iuran pelantikan kami. Aku terpilih menjadi sekretaris yang bertugas menulis notula. Setelah beberapa kali latihan, kami diberitahukan bahwa akan diadakan acara buka bersama dan halal bihalal. Iyal ditunjuk untuk menjadi ketua buka bersama dan Safira sebagai ketua halal bi halal.

Tunggu! Kembali ke bendahara. Ada cerita menarik tentang Almira sang bendahara. Karena baru kenal, saat itu kami sering terbalik saat membedakan antara Almira dengan Asri. Mereka berdua memang mirip, sehingga kadang-kadang kami membayarkan uang iuran ke Asri,😀.

Capek, capek banget. Mungkin belum terbiasa, mungkin juga aku salah milih organisasi. Sedikit menyesal sudah ikut Passus. Ah, harusnya tidak usah ikut saja. Dimarahin terus, dihukum, capek fisik, capek mental. Saat itu benar-benar seperti penyiksaan rasanya. Aku dan teman-teman saling berkeluh kesah. Aku dan teman-teman saling berkeluh kesah, “Katanya Passus itu asik, rahat, kompak, mana buktinya?”.

Menjelang pelantikan, kami sepertinya mulai menemukan sedikit kekompakan di Passus. Rumahku, menjadi tempat berkumpul kami yang pertama. Setelah membahas berbagai hal mengenai perlengkapan pelantikan, acara buka bersama dan acara halal bihalal, kami pun memutuskan untuk jalan-jalan dan makan siang bersama, untuk pertama kalinya –sekaligus terakhir kalinya– sebelum bulan puasa tiba. Ya, keesokan hari setelah itu adalah bulan Ramadhan. Kami makan siang bersama di Ka-FC Binagriya.

Makan siang bersama

Setelah makan siang, banyak teman-teman yang pulang. Beberapa di antaranya kembali ke rumahku untuk bermain Poker bersama, sekaligus menunggu sinar matahari sedikit teduh, karena setelah itu kami akan ke pantai.

Akibat bermain kartu

Sekitar pukul 14.30 WIB, kami berangkat menuju pantai. Sebenarnya tujuan utama kami adalah pantai Ujung Negoro. Tapi karena terlalu jauh, kami memutuskan untuk ke pantai Sigandu. Tetapi karena takut pulang terlalu sore, pantai Pasir Kencana adalah pilihan terbaik. Di pantai Pasir Kencana, kami kembali berfoto-foto.

Berpose di Pantai Pasir Kencana 1

Berpose di Pantai Pasir Kencana 2

Tanggal 16 Agustus, saat yang kita nanti-nantikan pun tiba. Ya, pelantikan pada dini hari tanggal 17 Agustus. Inilah awal dari segalanya di Passus. Kami, Junior angkatan XVIII, akan selalu ingat momen yang berkesan ini. Terlebih lagi, pelantikan ini dilaksanakan saat bulan Ramadhan. Sayangnya, salah seorang dari kami tidak dapat mengikuti acara sakral ini, karena keesokan harinya dia menjadi paskibra pada upacara Hari Kemerdekaan di tingkat kota Pekalongan.

Sore hari sebelum pelantikan, diadakan gladi bersih. Kami semua yakin pelantikan akan berjalan dengan sukses. Setelah berbuka di rumah masing-masing, pukul 18.30 WIB kami bergegas kembali ke sekolah lagi. Acara pertama adalah tarawih bersama diikuti tirakatan. Setelah itu, kami diminta berbaris di depan markas. Kami menuju daerah persiapan lewat gedung bagian atas (lantai 2). Walau jantung berdebar-debar tak karuan, dengan yakin kami menempatkan diri. Seragam serba putih, peci hitam, scarf merah-putih dan berbagai perlengkapan lain kami kenakan dengan penuh rasa bangga. Setelah Komandan Junior kami, Elgio, menyiapkan pasukan, kami pun melangkah memasuki lapangan dengan langkah yang mantap.

Suasana begitu hening dan kihmat saat pelantikan berlangsung. Janji Passus yang terucap, semakin membakar semangat kami. Rasa haru sejenak menyertai kami ketika mencium bendera Sang Merah Putih diiringi lagu Bagimu Negeri. Saat itulah kami merasa sangat bahagia dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Passusbra SMA Negeri 1 Pekalongan. Alhamdulillah, pelantikan junior angkatan XVIII sukses.

Berfoto seusai pelantikan

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: