Perayaan Pun Usai (prolog)

Hujan mengguyur perayaan kami. Apakah perayaan kami berhenti? Tidak, perayaan kami tidak berhenti, hujan tidak akan menghentikan perayaan kami. Mungkin tubuh menggigil karena dingin, tetapi hati kami tetap hangat, debarnya menderu kebingungan bagaimana mengungkapkan rasa syukur, gembira dan haru. Debar ini yang menghangatkan.

Rasanya tidak ingin perayaan ini usai, tetapi perayaan ini harus usai. Harus usai karena kami tidak ingin lalai meneruskan perjuangan dan kami lebih berharap menantikan perayaan yang akan datang kemudian. Ya… Perayaan yang akan datang kemudian, saya yakin perayaan kami tidak hanya sampai di sini.

Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: