Gembira?

Dua hari ini, ada aktivitas yang berbeda dari aktivitas yang biasa saya lakukan selama menjadi tahanan rumah karena sakit Hepatitis A. Hm… Kemarin, saya dikunjungi beberapa junior saya di Passus. Kunjungan mereka bukan untuk menjenguk saya, tetapi untuk mendiskusinya tentang Penerimaan Junior Baru (PJB) yang dilakukan setiap tahun. Diskusi tentang Passus memang selalu membuat darah ini bergejolak (Haha… Lebay) karena masih banyak hal yang bisa dilakukan. Hal ini membuat saya kembali melanjutkan laporan pertanggungjawaban yang saya lupakan,😀.

Yang menarik adalah saya bertemu Gagah Satria Utama yang sedang sibuk menjadi Duta Wisata Kota Pekalongan. Gagah mengatakan bahwa selama ini duta wisata seakan-akan hanya menjadi pajangan saat acara resmi, tidak ada pekerjaan/ program yang membuat duta wisata dapat memberikan nilai lebih pada pariwisata Kota Pekalongan. Dari kondisi itu, Gagah dan kawan-kawannya sesama duta wisata berkomitmen untuk membuat perubahan.

Perubahan yang akan dilakukan masih dalam tahap diskusi. Hal ini yang membuat saya menjadi tertarik karena saya ingin sekali Kota Pekalongan menjadi kota yang juga dikenal sebagai kota wisata. Kalau soal ide dan langkah-langkah merealisasikan ide tersebut saya punya beberapa dan mungkin bisa dibilang cukup menyeluruh. Sayang saja, saya tidak bakat untuk tampil mengajak orang-orang apalagi bila mengajak itu harus dilakukan dengan bermodalkan penampilan dan karya seni.

Hari ini, saya membongkar peninggalan foto dari kakek saya. Sebelumnya saya pernah melihatnya, tetapi tidak sempat melihat dengan teliti. Oleh karena itu, saya bongkar, rapikan sebisa mungkin dan ambil beberapa untuk percobaan awal merapikan arsip keluarga. Selama ini, arsip keluarga dirapikan oleh ibu dan kakek saya, tetapi keduanya telah tiada, sekarang giliran saya.

Foto-foto tersebut didominasi oleh foto hitam putih. Bila saya melihat tanggal yang tertera, tahun yang mendominasi adalah tahun 1960-1970an. Wow… Sudah tua sekali. Yang mengejutkan adalah saya menemukan album yang selama ini saya cari, album mengenai Taman Hiburan Rakyat (THR) yang pernah ada di kota ini. Walaupun ukuran fotonya kecil dan tidak disertai dengan penjelasan yang baik, foto-foto tersebut adalah modal awal saya untuk mencari tahu sebenarnya seperti apa THR yang dibuat oleh kakek saya.

Kegiatan lain yang saya lakukan hari ini adalah mengunjungi Museum Batik. Ya… Kota Pekalongan dikenal sebagai kota penghasil batik, sudah sewajarnya Kota Pekalongan memiliki Museum Batik. Ini kunjungan saya yang kedua. Dalam kunjungan kali ini ada hal khusus yang akan saya lakukan, membuat sapu tangan batik dengan tangan saya sendiri. Sayang sekali, minimal saya harus menyediakan waktu 2 jam (karena masih amatir) sedangkan saya datang satu jam sebelum museum tutup. Sepertinya besok saya akan ke sana lagi.

Capek sekali dua hari ini, tetapi saya merasa puas setelah hampir satu bulan saya sama sekali tidak produktif. Tetapi apakah ini yang seharusnya saya lakukan? Sedangkan tugas akhir dan program perbaikan modul praktikum masih terbengkalai,😦.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: