Sans Toi

Sans toi…
La vie est triste
La mémoire va ou je ne sais pas
Mon seul est toujour autour de toi
Je t’aime
moi non plus,
Non maintenant
Non futur

Sans toi
Ma vie est pourquoi?
Tu’ arrètes mon amour
Donnes moi ton coeur
Pour que je pourrais faire ma vie
Sans toi… comment ça va?

Tidak mudah bagi kami, yang tidak mengerti bahasa Perancis menuliskan puisi dalam bahasa tersebut. Terlebih lagi, saat puisi ini saya tuliskan kembali kami sudah lama tidak saling berjumpa, saya tidak dalam menanyakan ini huruf apa. Karena tulisan tangannya sangat kecil dan indah, sulit membedakan huruf-huruf yang ada di sana, bahkan memisahkan satu kata dengan kata lainnya saja cukup merepotkan. Hm… Mungkin puisi di atas ada yang salah ketik, tetapi sejauh ini, saya yakin puisi di atas dapat dibaca dan dipahami oleh mereka yang mengerti bahasanya. Tentu saja saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Om Google ahli bahasa yang membantu saya memperbaiki kata-kata yang menyusun bait-bait puisi itu, :D.

Tidak ada tanggal yang tertera dalam secarik kertas berwarna cerah itu. Jika diingat-ingat, semoga tidak salah, puisi itu dibuat saat hubungan kami dikenal dengan sebutan “cinta terhalang tembok”. Apa itu cinta terhalang tembok? Saya tidak akan menjelaskan secara lengkap di sini, mungkin lain waktu saja. Singkat saja, sebutan itu mengambarkan aktivitas setiap pagi, yaitu segera sampai sekolah secepat mungkin, berdiri di jalur sepeda, bercerita dengan seseorang di seberang tembok itu sampai bel masuk berbunyi.

Oke… Sebenarnya puisi ini dibuat bukan karena ada tembok yang menghalangi, tetapi ada alasan lain yang lebih sederhana dan berbau kebetulan saja. Akan tetapi bila disesuaikan dan dibesar-besarkan, puisi ini mungkin menggambarkan kehidupan kami apabila tembok yang menghalangi kami semakin tinggi, sangat tinggi sampai kami tidak dapat saling melihat. Karena tembok ini, hubungan kami terhalang, lalu hiduplah kami masing-masing “sans toi”. Berikut terjemahan puisi di atas dalam bahasa Indonesia,

Tanpamu…
Hidup menyedihkan
Memori pergi aku tak tahu kemana
Jiwaku selalu disekelilingmu
Aku mencintaimu apa adanya,
tidak sekarang
tidak nanti…

Tanpamu
hidupku bagimana?
Berhentilah kasihku
Berikan hatimu
Agar aku dapat menjalani hidupku.
Tanpamu… Bagaimana?

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: