Mengatakan Tekad

Salah satu langkah yang harus dilewati ketika hendak bekerja di suatu perusahaan adalah melamar pekerjaan. Dalam melamar pekerjaan ada satu tahapan seleksi yang disebut wawancara. Sebagai mahasiwa tingkat akhir yang sebentar lagi lulus (beberapa teman sudah dinyatakan lulus), saya dan teman-teman saya diharapkan dengan tantangan ini. Sebagian besar teman saya sudah mengambil langkah dan sudah terbukti diterima di perusahaan-perusahaan ternama sedangkan saya melamar pekerjaan baru dua kali, yang pertama gagal dites tertulis, yang kedua belum ada panggilan.

Teman-teman sebenarnya sudah menyarankan saya untuk melamar pekerjaan walaupun saya belum lulus, tetapi entah kenapa saya tidak siap. Saran lain yang saya dapatkan adalah saya dianjurkan untuk mempelajari seluk-beluk wawancara. Cara termudah mempelajarinya adalah dari membaca (buku atau artikel) atau bertanya kepada teman yang sudah memiliki pengalaman wawancara.

Wawancara bukanlah sekedar menjawab sebuah pertanyaan karena jawaban yang dilontarkan akan berdampak besar pada hasil seleksi lamaran pekerjaan dan selama pekerjaan itu dilakukan. Misalnya pertanyaan seputar motivasi bekerja, kompetensi yang diminta, masalah pengalaman atau besar gaji yang diinginkan. Yang lebih menantang dari menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh penanya adalah menunjukkan tekad. Yang saya maksud adalah bagaimana membuat penanya yakin bahwa pelamar benar-benar menginginkan pekerjaan itu atau jawaban yang dilontarkan bukan sekedar hafalan dari berbagai macam referensi.

Ketika membaca Komik Fire Fighter Daigo karya Soda Masahito, saya menemukan bagian yang menarik yaitu ketika Daigo Asahina melamar menjadi regu penolong, regu yang bertugas menyelamatkan korban bencana (tidak hanya sebatas kebakaran). Singkat cerita, departemen yang bertugas dalam suatu bencana (dalam komik ini ditekankan pada kebakaran) adalah regu pompa, regu penolong dan regu penyelamat. Regu pompa bertugas memadamkan api sedangkan regu penyelamat bertugas membawa korban yang telah diamankan ke rumah sakit.

Dari pembagian tugas masing-masing regu, regu penolong memiliki resiko kerja (kehilangan nyawa) yang lebih besar dibanding regu yang lain tetapi tetap saja regu penolong merupakan idaman setiap anggota muda. Berikut adalah jawaban Daigo ketika diberikan pertanyaan pertama yaitu “ceritakan apa motivasimu melamar jadi regu penolong?”,

Administrasi pencegahan bencana untuk mencegah kebakaran dan bencana secara dini adalah hal yang sangat penting. Tapi, seriring dengan bertambahnya populasi serta pembangunan dalam skala besar, dibutuhkan sistem yang mampu melakukan aktivitas penyelamatan secara proaktif untuk menjawab perubahan tersebut.

Untuk itulah, aku melamar menjadi anggota regu penolong. Karena merasakan betapa berharganya satu detik untuk menyelamatkan nyawa.

Dalam pemadaman kebakaran keamanan adalah nomor satu. Aku telah menghabiskan waktu selama satu tahun di lokasi kebakaran. Baru-baru ini aku merasakan bahwa pemikiranku telah sedikit berubah sejak bergabung dengan tim pemadam kebakaran. Tidak boleh sok jadi pahlawan. Pemadam kebakaran adalah kerja tim. Hal yang tak bisa dilakukan sendirian pun, akan bisa dilakukan jika para petugas bersatu dan yang lebih penting dari itu semua, yang terpenting adalah tindakan yang mematuhi prinsip dasar serta kekuatan yang dikerahkan semua orang yang bersatu dalam satu divisi pasukan.

Aku dengar, regu penolong memiliki persatuan tim yang lebih kuat daripada regu pemadam kebakaran biasa. Aku ingin semua hal yang telah kupelajari selama ini kukembangkan di regu penolong. Kemudian, aku ingin melindungi jiwa dan harta penduduk kota dengan segenap kemampuanku!

Di awal cerita, Daigo adalah seorang petugas muda yang begitu percaya diri sehingga dia sering sekali mengabaikan petugas lain (karena yakin dengan kemampunannya) dan bertindak tanpa berpikir dahulu (sehingga membahayakan diri sendiri). Lalu bagaimana mungkin dia dapat menjawab sebaik itu tanpa rasa ragu (seperti yang digambarkan dalam komik tersebut). Entah Anda terkesima dengan jawaban itu atau tidak, tetapi saya yakin bahwa bila Anda membaca secara lengkap petualangan Daigo dari saat dia melamar menjadi regu pompa sampai jawaban di atas diceritakan, Anda akan setuju bahwa jawaban di atas muncul karena suatu pengalaman hidup yang luar biasa.  Yang saya garis bawahi adalah bagaimana Daigo mengerti apa yang telah berubah dalam dirinya selama satu tahun bekerja dan bagaimana dia menyampaikan hal itu dengan baik.

Kembali ke kehidupan nyata. Ada minimal dua alasan mengapa seseorang memilih suatu pekerjaan. Yang pertama adalah “rutinitas kehidupan” dan yang kedua adalah panggilan jiwa. Yang saya maksud “rutinitas kehidupan” adalah pandangan umum bahwa setelah sekolah adalah kerja, mengejar kesuksesan yang sering kali diwujudkan dalam bentuk gaji atau sekedar urusan untuk menyambung nyawa. Tidak ada yang salah pada setiap alasan, setiap orang berhak memiliki alasannya masing-masing.

Lalu bagaimana dengan saya? Jelas saya harus bekerja karena saya tidak melanjutkan sekolah dan bohong bila saya mengatakan saya tidak ingin kaya. Apakah saya berani mengatakan bahwa motivasi saya bekerja adalah kekayaan finansial atau fasilitas yang nyaman sehingga menaikkan derajat sosial saya? Akan sangat menyenangkan sekali apabila saya bekerja di dunia teknik sipil karena panggilan jiwa, tetapi apakah setelah kuliah selama 4 tahun saya telah menemukan landasan yang kuat untuk berkata, “Saya ingin membangun infrastruktur negeri ini”?

Semoga saya bisa melewati masa perubahan ini dengan baik.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

5 responses to “Mengatakan Tekad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: