Papan Nama Clapeyron

Papan Nama Clapeyron, Majalah Ketekniksipilan UGM

Ini pertama kalinya bagi saya melihat majalah ketekniksipilan yang dibuat oleh mahasiswa selain Majalah Cremona. Kalau Majalah Cremona milik HMS ITB, Majalah Clapeyron milik Mahasiswa Teknik Sipil UGM. Saya tidak akan bercerita mengenai isi majalah, yang ingin saya komentari adalah papan nama Clapeyron yang ada di depan sekretariat Mahasiswa Teknik Sipil UGM.

Saya merasa perlu berkomentar karena dulu saya pernah punya ide yang berhubungan dengan papan nama juga, yaitu papan nama yang bertuliskan “Sekretariat HMS ITB”. Papan ini pernah terpajang dengan baik saat saya diterima menjadi anggota HMS, tetapi tidak lama setelah itu, papan ini rusak. Entah apa alasannya, papan ini tidak kunjung dipasang. Alasan yang paling mungkin adalah tidak ada yang memperbaiki atau papan seperti ini sudah dianggap tidak berguna.

Alasan tidak ada yang memperbaiki tidak perlu dibahas, kerjakan saja. Yang perlu dibahas adalah apakah papan seperti itu sudah dianggap tidak berguna? Saya memiliki tiga alasan mengapa papan nama tetap penting.

Yang pertama, papan nama merupakan perwujudan eksistensi. Tentu saja ini bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan eksistensi. Eksistensi diharapkan terwujud dalam bentuk hasil karya dan tanpa perilaku apapun seluruh anggota HMS tahu bahwa Majalah Cremona itu ada. Akan tetapi bukan berarti papan nama kehilangan fungsinya. Pernahkah Anda memperhatikan yang ditampilkan dalam film kungfu, pengikut suatu perguruan sangat marah ketika tahu papan nama perguruan mereka diturunkan atau dirusak? Mereka marah karena eksistensi mereka dilecehkan.

Yang kedua, papan nama menimbulkan rasa kepemilikan. Percaya tidak percaya, papan nama bisa menimbulkan rasa kepemilikan, entah karena hal yang saya jelaskan di poin pertama atau karena papan ini menjadi semacam media untuk menampilkan identitas, misalnya logo dan nama instansi, sehingga “visi” yang diemban oleh identitas tersebut dapat dirasakan setiap melihat papan nama ini atau mungkin karena alasan yang belum saya ketahui.

Yang ketiga, papan nama dapat berfungsi sebagai papan petunjuk. Ketika Anda pergi ke luar kota dan Anda membutuhkan uang tunai, apakah yang Anda cari terlebih dahulu, mesin ATM atau papan yang menunjukkan ada ATM di sekitarnya? Tidak menutup kemungkinan bahwa ada pihak-pihak selain anggota yang akan mencari di mana letak sekretariat atau sekedar info mengenai Majalah Cremona. Mengapa merepotkan pihak-pihak yang secara “diam-diam” mencari tahu tentang Majalah Cremona, khususnya apabila mereka adalah Alumni HMS, donatur atau mitra kerja.

Setelah mengetahui alasan pentingnya papan nama, saya menyarankan Majalah Cremona HMS ITB untuk memasang papan nama. Mungkin Sibades juga dapat mengikuti saran ini. Ya… Harapan saya seminimal-minimalnya BRT memasang kembali papan nama HMS ITB.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: