Gadis dengan Huruf E

Berawal dari sebuah SMS,

Siang… Apa kabar Dod? Eh kamu masih di Jogja atau sudah di Bandung?
Nanti sore aku sama temanku mau ke gerejamu.

Ya tentu saja aku balas sms itu, toh SMS seperti itu bukan untuk pertama kalinya. Setiap teman saya berhalangan mengikuti kebaktian di pagi hari, dia pergi ke gereja saya karena dia tahu saya pasti ke gereja di sore hari, Kebaktian Pemuda. Baguskan ada yang menemani ke gereja. Ternyata jawaban bahwa saya sudah di Bandung dan akan ke gereja nanti sore masih mendapat jawaban.

Wah oleh-olehnya mana Dod? Hehehe…
Nanti aku kenalkan sama temenku, cewek.

Tentu saja saya tidak membawa oleh-oleh. Biaya keberangkatan untuk lomba itu pun masih hutang. Setelah menjelaskan ini dan itu, sms penutup saya terima. Seperti ini bunyi SMS itu,

Ya udah. Nanti tak comblangin sama  temenku, hahaha…

Comblangin? Kenapa tiba-tiba banget ya? Jelas-jelas sebelumnya masih membicarakan oleh-oleh. Ya… Tapi itu bukan masalah. Yang penting ada teman waktu ke gereja, tidak sendirian. Sore telah tiba, mandi lalu berangkat. Karena terlalu lama saat mandi, saya terlambat, datang lalu duduk di sebelah teman saya dan temannya. Tidak sempat berkenalan karena kebaktian sudah mulai.

Setelah kebaktian selesai, kami berkenalan lalu makan. Ritual makan selalu saya lakukan setelah ke gereja. Jika sendiri ya sendiri, jika ada teman saya ya berdua. Kali ini makan dilakukan oleh tiga orang. Sambil makan kami bercerita ini dan itu. Cerita ringan mengenai kegiatan sehari-hari yang berarti perkuliahan bagi saya dan dunia kerja bagi kedua teman saya.

Saat makan inilah, saya dapat dengan jelas memperhatikan teman baru saya, namanya berawalan dengan huruf E. Nama panggilannya hanya empat huruf dan terdengar ringan di telinga. Tubuhnya kecil, sedikit lebih kecil dibanding wanita pada umumnya. Wajahnya ciri khas orang Jawa karena dia berasal dari Semarang, cantik. Suaranya, tangannya, gerakan tubuhnya tidak perlu diceritakan di sini. Yang jelas pakaian batik dan rok yang dia kenakan terlihat sangat pas. Lalu kami berbincang-bincang, menanyakan asalnya atau apapun itu. Ya… Hal yang wajar untuk perkenalan. Makan malam ini giliran saya yang bayar. Setelah makan, kami pulang. Yang paling mengejutkan adalah SMS teman saya setelah itu,

Thanks ya, Dod… Besok gantian (traktirannya) lho…
Eh, gimana E*** cantik ga? hehehe…

Hahaha… Ditanya seperti itu saya pun bingung (walaupun sudah saya jawab dalam tulisan ini sih). Ini dia yang bikin pusing, balasan selanjutnya,

Hahaha… Mau kenal lebih dekat ga?
Dia jomblo lho.
Tiap minggu aku ajak dia ke gerejamu lah, hehehe…

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

10 responses to “Gadis dengan Huruf E

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: