Satu Langkah Lebih Dekat

Hari-hari terakhir ini, saya melihat “status” teman-teman, baik di Facebook maupun YM, bertuliskan

one step closer

Tanpa diberi penjelasan apa-apa, saya tahu apa yang mereka maksud. Satu langkah lebih dekat dengan (selesainya) Tugas Akhir (TA) karena teman saya tersebut telah melakukan Seminar Proposal Tugas Akhir. Bagi kami yang sudah tingkat 4 hal-hal yang berhubungan dengan TA memang sering dibicarakan, bahkan kami menuliskannya dengan cara yang lain, misalnya

Jangan lupakan ciTA dan cinTA-mu

Musuh terbesar pria adalah harTA, TAhTA dan waniTA.

Hal-hal yang berhubungan dengan TA telah menjadi tren seperti yang dituliskan Ignatius Vincent melalui “status” Facebooknya,

Tren ucapan selamat ulang tahun: … TA-nya, … lulus.

Siapakah yang Melangkah?

Ketika Mahasiswa-TA satu langkah lebih mendekat, sebenarnya siapa yang melangkah? Mahasiswa yang mendekati TA, atau batas akhir pengerjaan TA yang mendekati mahasiswa? Ya… Tergantung dari mana permasalahan ini dipandang. Bagi mahasiswa yang setiap hari selalu mengerjakan TA berarti yang melangkah adalah dia. Tetapi fenomena yang banyak ditemukan adalah yang kedua, batas akhir yang mendekati dan menakut-nakuti sehingga mahasiswa dipaksa untuk menyelesaikan tahapan tugas akhir.

Sebenarnya dari sudut pandang yang mana pun akan menghasilkan akhir yang sama, yaitu TA terselesaikan. Oleh karena itu, hal ini bukan masalah besar, hanya masalah kepuasan. Tentu saja mereka yang setiap hari mengerjakan TA akan mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi daripada mereka yang selalu dikejar oleh waktu. Permasalahan yang paling mendasar adalah bagaimana membuat TA menjadi pekerjaan yang secara sadar dikerjakan setiap hari.

OD-OP TA

Bagi yang belum tahu apa itu OD-OP, OD-OP merupakan singkatan dari One Day One Post. OD-OP merupakan istilah yang saya, Retta dan Zharina Ashri Indra (Nana, wah ini pertama kali nama Nana muncul) gunakan untuk mengingatkan “sudahkah Anda menulis hari ini”. Lalu yang saya maksud dengan OD-OP TA adalah “sudahkah Anda menulis (mengerjakan) TA hari ini”. Apapun yang ditulis tidak masalah, yang penting adalah masalah alokasi waktu yang disediakan karena tidak mudah melakukan OD-OP.

Ya setiap orang memiliki masalah masing-masing dalam pengerjaan TA, dan saya yakin masing-masing mereka pun diberikan masalah sesuai dengan kemampuannya. Bagi saya yang kehilangan kepercayaan diri dalam belajar diberikan teman seperjuangan yang selalu mendukung dan dosen pembimbing TA yang perhatian. Ada pula yang dalam masalah pengerjaan TA-nya dapat mengerjakan TA semalaman suntuk beberapa malam tanpa tidur untuk membuat langkah mendekati TA.

Lalu saya teringat mengenai “perlombaan” dalam pengerjakan TA yang digunakan untuk saling mengikat, menyemangati, dan mendukung. Yang perlu ditekankan, perlombaan ini bukan untuk menentukan siapa yang tercepat atau siapa yang terbelakang, tetapi ini perlombaan untuk membuktikan sejauh mana TA dapat diselesaikan dengan baik, tentu saja dengan segala permasalahan spesifik yang dihadapi masing-masing peserta lomba ini. Terlebih lagi bila TA tak hanya menjadi sebuah tugas akhir, tetapi juga bentuk bakti, idealisme ataupun keahlian khusus yang digemari.

Oke… Tanpa perlu diminta untuk datang saat sidang dan acara perayaan wisuda, niat itu sudah ada, apalagi jika dinyatakan lulus di hari yang sama. Pasti datang, semoga tidak ada hambatan. Mari saling mengingatkan (kembali) untuk mengerjakan TA. Waktu pengerjaan itu penting, harus ditentukan kapan TA akan selesai, tetapi itu bukan masalah yang utama. Yang terpenting adalah apakah TA ini menjadi sesuatu yang diinginkan atau sekedar tuntutan. Keduanya akan “meluluskan” tetapi berbeda dalam tingkat kepuasan.

Bagi yang belum dapat data untuk pengerjaan TA, tetap semangat! Ada masalah sendiri-sendiri, tetapi juga ada kemampuan untuk menyelesaikannya sendiri-sendiri pula. Mari sediakan waktu setiap hari dan selesaikan TA ini dengan baik bersama-sama.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

4 responses to “Satu Langkah Lebih Dekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: