Open Sesame

Orang yang datang terlambat itu menghukum orang yang datang tepat waktu dengan menunggu [anonim]

Sering kali tertulis kata “Open Gate” pada tiket-tiket konser, khususnya untuk bintang panggung yang terkenal. Kurang lebih arti open gate adalah pintu masuk akan dibuka seperti pukul yang tertera setelah frasa tersebut. Mengenai pukul berapa konser dimulai tidak jelas, tidak disebutkan secara jelas, bisa jadi setengah jam atau satu jam setelahnya.

Berkali-kali saya menghadiri konser dengan tiket bercapkan “open gate“. Selalu saja sebelum pintu dibuka, antrian pengunjung sudah panjang. Menunggu pintu dibuka, setelah pintu dibuka, menunggu lagi di dalam sampai konser dimulai. “Wow, niat sekali orang-orang ini untuk datang konser”, pikirku, “berbeda sekali dengan kuliah”.

Ruang kuliah selalu dikunci tiap hari demi keamanan, tetapi jauh sebelum kuliah dimulai, pintu sudah dibuka. Tidak perlu mengunggu dua kali, diluar sampai pintu dibuka dan di dalam untuk waktu yang tidak pasti. Jadwal kuliah sudah jelas, waktu yang digunakan untuk menunggu sudah jelas, tentu saja menunggu dengan waktu yang jelas lebih menyenangkan. Lalu kenapa mahasiswa selalu saja terlambat.

“Bintang panggung”-nya kurang terkenal mungkin…

Oke, faktor itu berpengaruh, tapi saya yakin tetap ada manfaat yang diperoleh. Akan tetapi, saya yakin, khusus untuk kuliah di ITB, “Ketenaran” pengajar tidak diragukan. Coba perhatikan, sering kali seminar nasional yang berbiaya mahal berbintang tamu utama dosen ITB, tetapi bila dosen itu mengajar di ITB selalu saja banyak yang terlambat.

Mungkin karena masuk ruang kuliah gak bayar ya…

Lho… Bayar ya… Biaya kuliah satu semester itu “harga tiket”-nya. Kalau memang masalah harga tiket yang menjadi alasan untuk datang tepat waktu, bagaimana jika kita naikkan harga (biaya) kuliah? Jangan lagi meminta turunkan harga biaya kuliah, justru dinaikkan agar mahasiswa menjadi semakin niat.

Jika dalam kelas ada yang datang terlambat, maka peserta kelas akan terganggu karena ada yang berlalu-lalang. Janganlah terlambat, saya tidak peduli Anda rugi atau tidak karena terlambat, tetapi saya peduli atas hukuman yang Anda berikan pada orang yang tidak datang terlambat, seperti kutipan yang di awal tulisan ini.

Mungkin pintu ruang kelas harus dibuat seperti pintu tempat persembunyian 40 penyamun yang ada dalam kisah Aladin supaya setiap mahasiswa tidak pernah berkeinginan melewatkan pemandangan mengejutkan ketika pintu batu yang besar terangkat dan laut terbelah, kemudian melangkahkan kaki di antara laut untuk masuk ke ruang kelas. Tentu saja sebelum masuk kelas setiap mahasiswa harus berteriak “Open Sesame“.

Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

2 responses to “Open Sesame

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: