Si Buta yang Melihat Terang

Mengulas yang dapat saya pahami mengenai khotbah di GKI Maulana Yusuf pada hari Minggu, 3 April 2011 dengan
tema : Mata Hati yang Melihat Terang,
pembicara : Pdt. Albertus Patty,
ayat bacaan : Yohanes 9:1-41.

Setiap hari, manusia dihadapkan dengan kelebihan dan kekurangan orang lain. Respon tiap orang dapat berbeda-beda satu sama lain. Seorang yang bebal akan merasa iri hati melihat kelebihan orang lain dan memandang hina kekurangan orang lain, sedangkan seorang yang bijak akan ikut merasa senang melihat kelebihan orang lain dan secara ihklas, tanpa memandang rendah, menolong kekurang orang lain.

Dalam ayat bacaan tersebut, ada dua cerita. Cerita pertama adalah cerita mengenai murid Yesus yang bertanya kepada Yesus,

Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuannya, sehingga ia dilahirkan buta?

Pertanyaan tersebut diajukan oleh murid Yesus bukan karena ingin mengetahui apa penyebab orang tersebut buta, tetapi menghakimi orang tersebut dan mencari siapa yang salah sehingga orang itu dilahirkan buta. Manusia cenderung menghakimi sesama. Misalnya, bila ada seorang yang disukai jatuh atau tertabrak mobil, orang akan cenderung berkata, “Salah sendiri, itu hukuman dari Tuhan”, tetapi bukankah kita harus saling menolong sesama.

Kecenderungan seperti ini disebut sebagai “blaming the victim”. Orang yang selalu memandang dari sisi gelap akan memiliki kecenderungan ini. Sudah menjadi korban disalahkan pula. Murid Yesus melakukan hal tersebut kepada orang buta. Menjadi buta sejak dilahirkan, kemudian masih disalahkan.

Atas pertanyaan tersebut, Yesus menjawab,

Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. Slama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.

Jawaban Yesus merupakan suatu contoh bagaimana kita harus memandang suatu permasalahan. Kita harus memandang suatu permasalah dari sisi terang, bukan mencari kambing hitam atas permasalahan yang ada tetapi apa yang bisa kita perbuat atas permasalahan tersebut.

Cerita kedua adalah cerita mengenai orang buta yang telah sembuh dari kebutaannya dan dihadapkan dengan orang Farisi. Cerita ini merupakan contoh bagaimana orang melihat sesuatu yang baik dan mengembirakan, kesembuhan seorang dari penyakit yang ada sejak lahir, dari sisi gelap. Orang Farisi tidaklah bergembira karena sesamanya telah sembuh, tetapi justru mempermasalahkan hal tersebut karena kesembuhan tersebut diperoleh di hari Sabat, di mana tidak boleh ada pekerjaan yang dilakukan hari itu.

Orang Farisi tersebut menghakimi bahwa pekerjaan itu bukan berasal dari Allah dengan berkata,

Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.

Orang Farisi itu selalu melihat segala sesuatu dari sisi gelap. Ibarat mengenakan kacamata hitam, seterang apapun keadaan sekitar pasti akan dibilang gelap juga. Tidak ada sesuatu yang terang bila kacamata hitam tetap dikenakan. Oleh karena itu, lepaskan “kacamata hitam” tersebut, lihatlah sesama dari sisi terang dan dengan cinta.

Terang yang Datang di Waktu yang Tepat

Orang buta tersebut mengalami dua “gelap” dalam hidupnya. Yang pertama adalah gelap karena matanya tidak dapat melihat. Karena buta, warna-warni dunia ini hanya terlihat sebagai gelap saja. Yang kedua adalah kehidupan yang “gelap” karena ditolak oleh orang Farisi yang berarti ditolak pula oleh masyarakat setempat. Yesus sebagai terang dunia selalu datang di waktu yang tepat di mana manusia membutuhkan-Nya. Di saat gelap karena buta, Yesus datang untuk menyembuhkan, di saat gelap karena penolakan, Yesus datang untuk memberikan keselamatan. Oleh karena itu, yakinlah segelap apapun hidup kita, Yesus selalu ada di waktu yang tepat.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: