Ingin Hidup Normal

Patung Pengairan, Jln. Ir. H. Djuanda

Tak ada kehidupan normal, yang ada hanya kehidupan, maka jalani saja sebisa dan sebaik mungkin.

Terkadang manusia berkeluh kesah, bahwa dunia ini tidak adil atau dunia ini kejam. Hidup tak beratap, mengalami siksaan fisik dan batin, patah hati tak berkesudahan, atau penderitaan lain yang melahirkan keluh kesah tersebut. Kemudian keluh kesah itu disimpulkan menjadi perkataan,

“Aku ingin hidup normal”.

Lalu timbul pertanyaan, seperti apakah hidup normal itu. Coretan pada Patung Pengairan di jalan Ir. H. Djuanda menjawab pertanyaan itu, seperti yang telah ditulis di atas. Ya… Tidak ada kehidupan normal di dunia ini, yang ada hanya kehidupan.

Seorang yang tidak memiliki rumah mungkin berharap berkehidupan normal dengan memiliki rumah, walaupun rumah itu sangat sederhana. Ya… Tetapi harapan itu salah, karena tidak miliki rumah sudah menjadi kehidupannya yang normal. Sudahlah, tidak perlu berpikir rumit, seperti apakah hidup yang normal itu. Hanya ada kehidupan, maka jalani saja sebisa dan sebaik mungkin.

Catatan: Kalau seorang yang tidak memiliki rumah ingin berharap, berharaplah memiliki rumah, bukan berharap memiliki hidup normal dengan memiliki rumah.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: