Perjalanan yang Mantap

“Wantap” Bagian I, sebuah tulisan oleh Muhammad Hafidh, Angkatan XII, ditulis pada tanggal 18 Agustus 2009.

Tulisan ini aku tulis karena rasa rinduku yang memuncak akan kebersamaan yang aku lalui. Teruntuk:

  1. Teman-teman seperjuangan yang dahsyat!
  2. Senior yang ngangenin.
  3. Dewan Senior dan alumni, yang sebagian aku kenal pas latihan lomba.

Beberapa minggu setelah regenerasi, diadakanlah Wantap (wahana pemantapan), tujuannya untuk apa ya… Intinya melatih kami dasar-dasar PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dan TUB (Tata Upacara Bendera), membentuk kekompakan angkatan (menurutku berhasil juga), apalagi ya? Aku yakin banyak tujuan yang bisa diambil.

Berangkat hari Jumat, selepas Sholat Jumat, berkumpullah semua (panitia dan peserta) di Smansa tercinta. Beberapa saat kemudian, bertolaklah kami ke medan (bukan kota lho y…). Awalnya serasa kemah biasa karena disuruh bawa tenda, semua perlengkapan yang wajar dan seharusnya dibawa, tapi ada yang beda, “benda” yang selanjutnya dijadikan sebagai “nyawa” kami para peserta selama di medan. Botol kecil (sempet susah nyarinya karena harus sama), diisi pasir, pin kesayangan, dan kertas harapan kita (percaya atau tidak, ada yang terwujud lho…)

Ribet kan? Tapi selama proses menyiapkannya itulah yang buat kita jadi cepat akrab, melebihi keakraban temen-temen sekelas waktu itu.

Kembali lagi ke perjalanan…

Perasaan kami para peserta campur aduk, antara senang, penasaran, sedih, takut, haru, tak terlukiskan. Ketika kami terlena akan perasaan “gado-gado” itu, tiba2 hujan pun turun, membasahi kami yang ada di truck… Brrr… dinginnya… Bukannya ngebut biar cepet sampai medan, senior memerintahkan kami, para peserta, untuk turun dan berjalan sampai medan. (lha bujug, hujan seperti ini disuruh jalan? Sumpe lo?)

Apa boleh buat, kami tidak bisa melawan/protes, mungkin masih ada bekas-bekas MOS, peraturan ke-1, panitia selalu benar. Dengan berbekal jas hujan, air minum, tongkat, maka berjalanlah kami sesuai dengan kelompok dan ada senior yang mendampingi juga. Lebih parahnya lagi, aku jadi ketua euy. Haha… Oia, kasian lihat Senior Farah yang ikut jalan juga, dengan badan segempal itu? Kasian… (Piss mbak, hehe…)

Perjalanan yang mengasyikan, ditemani rintik hujan, di tengah kebun yang berpohon tinggi, semakin membuat horor dan dingin saja perjalanan itu. Sampai ada yang menggigil dan p*p*s berkali-kali bo… Ckck… Waktu melewati kampung penduduk, serasa kami menjadi orang tenar yang datang ke pelosok, diliatin cuy! Haha… Seperti artis saja.

Dengan badan yang hampir remuk redam karena cuaca dan perjalanan yang ekstrim itu, eh pas nyampe medan, tendanya belum selesai dibangun, padahal sudah hampir maghrib, terus dinner. Hua..!!
“Gimana ini senior?”, kataku dalam batin.

bersambung…

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: