Pengawas Ya Mengawasi, Pekerja Ya Bekerja

Junior : Sebenarnya apa sih arti Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja?

Senior : Gak tahu. Lho, gampang aja kan. Pengawas berarti yang mengawasi, pekerja berarti yang melakukan pekerjaan selain mengawasi.

Junior : Emang apa yang diawasi? Dan apa pekerjaan selain mengawasi?

Senior :  Yang diawasi ya BP lah. Kalo pekerjaan mungkin ngurusi ruang untuk MA, bikin publikasi kalo ada acara.

Senior 2 : Iya, bener gitu. Termasuk bikin jarkom kalo ada rapat.

Mungkin Anda bingung apa topik percakapan itu atau mengapa percakapan seperti itu ada. Topik percakapan di atas berdiskusi mengenai bagian dari Anggaran Rumah Tangga HMS-ITB Bab IV Badan Perwakilan Anggota Pasal 3 mengenai Struktur  pada butir 2 yang berbunyi BPA terdiri atas sekurang-kurangnya dua komisi, yaitu Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja.

Sebenarnya cukup memalukan ketika berbicara sesuatu yang mendasar, Anggaran Rumah Tangga sebuah organisasi misalnya, tetapi tidak dilengkapi dengan pengetahuan atau penjelasan yang berdasar, kecuali dalam tahap perancangan hal tersebut. Saya juga bingung mengapa pembicaraan seperti di atas dapat terjadi tanpa diikuti keinginan untuk memperjelas topik permasalahan.

Tidak ditemukan penjelas apapun mengenai Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja dalam ART HMS ITB yang tersebar sekarang ini, entah ART yang disahkan kapan, saya tidak dapat menemukan lembar pengesahannya.

Wah jangan-jangan itu juga bukan ART yang sah. 😀

Simpang Siur Tugas Komisi

Tugas Komisi Pengawas tidak terlalu bermasalah karena dari namanya, komisi ini bertugas mengawasi. Yang menjadi masalah adalah apa tugas Komisi Pekerja. Benarkah tugas komisi pekerja adalah mengerjakan hal-hal yang terdapat dalam percakapan di awal tulisan ini? Lalu bagaimana dengan fungsi sebagai perwakilan anggota? Atau yang berkaitan dengan kata yang selalu disakralkan yaitu aspirasi? Atau jangan-jangan tugas komisi pekerja mengumpulkan aspirasi dan mewakili anggota?

Ya… Seharusnya anggota HMS berpikir kritis bahwa dibutuhkan penjelas atau peraturan lain yang dapat mendeskripsikan posisi, arti, dan tugas komisi-komisi yang ada di BPA. Jika benar dibutuhkan, maka buatlah. Tetap berada dalam simpang siur ini, HMS seperti menjilat ludah sendiri. Bukankah HMS mengajarkan untuk mengerjar sesuatu yang ideal, mengapa sesuai yang membingungkan dibiarkan begitu saja.

Sistem Pengawasan

Sebagai mahasiswa Teknik Sipil, setiap anggota HMS mengerti benar apa saja batasan dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam sebuah proyek konstruksi ada beberapa batasan yaitu biaya, mutu dan waktu, yang dikenal dengan singkatan BMW. Adanya batasan-batasan tersebut membuat pelaku konstruksi harus melakukan manajemen dengan baik agar hasil yang diperoleh optimum.

Apakah BPA HMS sudah menerapkan prisip itu, manajemen yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimum di tengah keterbatasan yang ada? Saya rasa tidak. Jelas tugas BPA bukan hanya mengawasi BP HMS-ITB, tetapi selalu ini seluruh sumber daya yang dimiliki oleh anggota habis hanya untuk mengawasi.

Emang bagaimana cara pengawasan yang dilakukan BPA?

Tidak ada cara yang tertulis atau tersistemkan dengan baik. Selama ini, pengawasan dilakukan berdasarkan penjelasan lisan dari Sekjen BPA. Jelas cara seperti ini jauh dari optimimum. Sekjen akan bekerja ekstra keras, pengawasan tidak akan terkontrol dengan baik, data akan diperoleh dengan usaha yang berlebihan, dan yang paling parah adalah nilai tawar BPA dihadapan BP akan semakin menurun.

Ya karena tidak ada sistem yang baik itulah yang menyebabkan seluruh sumber daya anggota habis untuk pengawasan. Sekedar peringatan saja, jika tidak ada perbaikan sistem, jangan berharap BPA akan memiliki buletin seperti yang telah direncanakan, memiliki waktu untuk mengembangkan kemampuan dan karakter anggotanya, miliki waktu untuk mengurusi tugas Komisi Pekerja yang belum jelas, mendapatkan aspriasi yang benar dan dapat mewakili anggota dengan baik.

Suka yang Ramping dan Minimalis

Jika mengamati dengan baik Anda akan menemukan kata “sekurang-kurangnya” dalam penggalan ART di atas. Muncul pertanyaan yang menarik, apakah selama ini ada komisi lain, selain Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja. Di tengah-tengah kesimpangsiuran apa arti kedua komisi yang disyaratkan, sepertinya tidak ada komisi lain di BPA HMS. Selain itu, sepertinya dalam berorganisasi BPA HMS suka sesuai yang ramping dan minimalis. Lebih enak dipandang. Memang tipe seperti ini lebih digemari.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

3 responses to “Pengawas Ya Mengawasi, Pekerja Ya Bekerja

  • Bubarkan Saja BPA HMS-ITB! « Caraka

    […] Permasalahan internal itu antara lain, tidak ada sistem kaderisasi anggota dengan baik, kesimpangsiuran fungsi Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja, rapat yang jarang diadakan dan minim peserta, anggota yang tidak memprioritaskan BPA, tidak ada […]

  • Nessia

    Wuiihh, Doddey, akhirnya di-post juga ini.

    Sebagai tambahan, sistem terpisah antara pengawas dengan pekerja juga mengharuskan terpisahnya dana untuk kegiatan tiap komisi. Jika kebutuhan pengawas “ditanggung” oleh pekerja, bagaimana ia dapat mengawas dengan adil? 😀

    Oh ya, ini ada sedikit kutipan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Separation_of_powers:
    [when the executive’s party controls the legislature, the executive often reaps the benefits of what is, in effect, a “fusion of powers”. Such situations may thwart the constitutional goal or normal popular perception that the legislature is the more democratic branch or the one “closer to the people”, reducing it to a virtual “consultative assembly”, politically or procedurally unable—or unwilling—to hold the executive accountable in the event of blatant, even boldly admitted, “high crimes and misdemeanors.”]

    BPA, berdirilah independen dan jalankanlah fungsi dengan optimum. Buktikan bahwa BPA selalu ada 🙂

    • Dode

      hm…btw komisi yang di atas itu komisi di internal bpa lo… o ya ya.. harusnya tak buat tulisan ya yang soal ketergantungan BPA ya….hm…ntar lah coba kalo ada referensi, gak ada referensi ni…. makasi telah mengingat…

      #duh jadi kepikiran lagi.. 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: