Ketika Kekuasaan Tidak Diperebutkan

Ada sesuatu yang aneh di BPA HMS-ITB. Sesuatu yang aneh ini saya ketahui dari pengamatan seseorang anggota HMS yang sering berdiskusi bersama saya.

Sejauh pengalaman saya berorganisasi, ada tiga kata yang sering dikaitkan dengan kata “kekuasaan”, yang dalam bahasa Inggris diterjemahakan menjadi kata “Power“. Ketiga kata tersebut adalah vacuum of power, power syndrome, dan post-power syndrome.

Saya belum menemukan arti kata tersebut dalam buku tentang organisasi, tetapi saya akan mencoba mengartikan sendiri ketiga kata tersebut. Vaccum of power adalah suatu jeda waktu di mana pemengang kekuasaan yang selama ini berkuasa telah turun atau diturunkan, tetapi belum ada yang menggantikan. Power syndrome adalah kecenderungan pemegang kekuasaan untuk melakukan tindakan-tindakan yang akan melanggengkan kekuasaannya. Sedangkan post-power syndrome adalah kecenderungan mantan pemegang kekuasaan untuk bertindak seolah-olah kekuasaan masih tetap dipegang. Kedua sindrom tersebut cenderung menghasilkan sesuatu yang kontraproduktif. Seharusnya pemegang kekuasaan tidak memikirkan tentang kekuasaan tetapi bagaimana mengabdikan diri dengan kekuasaan yang ada.

Lalu apa yang aneh di BPA HMS ITB?

Biasanya kekuasaan menjadi sesuatu yang diperebutkan, apapun alasannya. Di HMS ITB, kekuasaan yang dimiliki oleh anggota BPA sepertinya tidak pernah menjadi perebutan. Padahal menurut AD HMS-ITB Bab VI Badan Perlengkapan Organisasi Pasal 1 butir 2 Mengenai Badan Perwakilan Anggota, BPA HMS-ITB adalah lembaga legislatif tertinggi di HMS-ITB yang merupakan perwakilan anggota.

Saya tidak berani berkomentar soal jabatan Sekjen BPA. Yang jelas, tidak ada yang ingin menjadi anggota BPA, sampai-sampai ada anggota yang mengundurkan diri tetapi tidak ada yang menggantikan. Kalau ada pun, seharusnya dipertanyakan, seberapa jauh anggota BPA tersebut dapat melaksanakan tugas mewakili anggota HMS, bukan sekedar anggota yang 3D, Datang, Duduk, dan Diam.

O ya?

lihat saja di sini.

Kekuasaan dapat diperebutkan dengan banyak cara, melalui cara benar sesuai dengan kebiasaan yang diberlakukan, misalnya pemilu. Perebuatan cara ini dilakukan karena masa jabatan penguasa yang selama ini berkuasa telah habis. Cara lain adalah dengan kudeta. Cara ini biasanya diberlakukan ketika penguasa dirasa tidak lagi dapat menggunakan kekuasaan dengan baik. Tidak ada yang peduli keberjalanan BPA HMS ITB selama saya menjadi anggota HMS sehingga bila kekuasaan tidak berjalan dengan baik pun, tidak akan ada gelojak kekuasaan, saya yakin.

Yakin tidak pernah ada perebutan sama sekali?

Pernah, bukan tidak pernah sama sekali. Akan tetapi, tidak ada jaminan itu terjadi setiap tahun. Waktu pemilihan awal anggota BPA angkatan termuda biasanya ada yang mencalonkan diri, tetapi tidak semua angkatan seperti itu. Ya mungkin saja mereka masih bersemangat karena belum tahu BPA itu seperti apa. Nyatanya, setelah menjadi anggota BPA, jarang sekali rapat BPA dilakukan dengan jumlah anggota rapat yang dapat disebut cukup baik.

Belum Terjawab

Diskusi mengenai kekuasaan yang tidak diperebutkan di BPA bersama teman saya belum selesai, tidak akan selesai saya koreksi. Topik ini susah basi untuk kami, Swasta. Apakah akan ada yang meneruskan diskusi ini, kami tidak peduli. Berawal dari sebuah pertanyaan, apakah benar kekuasaan di BPA HMS tidak diperebutkan, lahirlah banyak pertanyaan yang seharusnya dijawab agar salah satu komponen HMS dapat berjalan sebagaimana yang dituliskan.

Benarkah kekuasaan di BPA tidak diperebutkan?
Apa bukti yang lebih konkret?
Seperti apakah kekuasaan di BPA?
Apakah itu hanya karena kesalahan kendali Sekjen BPA?
Apakah kesalahan sebenarnya terjadi di bagian sistem keorganiasasian?
Apakah itu bersumber dari ketidakpedulian anggota?
Ataukan anggota tidak merasa terwakili oleh BPA?
Ataukan sebenarnya BPA tidak dibutuhkan?
dan pertanyaan lain yang mungkin muncul.

Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

3 responses to “Ketika Kekuasaan Tidak Diperebutkan

  • Bubarkan Saja BPA HMS-ITB! « Caraka

    […] itu yang saya permasalahkan, siapa yang seharusnya mencari bukti itu. Ada indikasi bahwa kekuasaan di BPA HMS tidak diperebutkan, kondisi ini bukanlah kondisi yang wajar. Ketika BPA tidak dapat mewakili urusan anggota dan ketika […]

  • Natio jk

    Baru aja dibaca semua bang. Komennya disini aja tapi biar ga pindah-pindah hehe.
    Setuju sama pemikiran bang dodi. Tapi ga sampe sedalem ini mikirnya hehe masih dibagian luar aja.

    Banyak pr yang harus diselesaikan, bener bang. Tapi pendefinisian BPA menurut saya paling utama. BPA ‘ga diwaro’ kecuali hal-hal formal macem MA. Legislatif tertinggi, aspirasi, sama pengawasan yang sekira sempat saya pikirkan. Dan seperti kata bang dodi “Tidak ditemukan penjelas apapun mengenai Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja dalam ART HMS ITB yang tersebar sekarang ini, entah ART yang disahkan kapan, saya tidak dapat menemukan lembar pengesahannya.” Kurang lebih kaya gitu setelah disebutkan ga ada penjelasan lebih lanjut. Bingung juga baca AD-ART ga menjawab pertanyaan seputar BPA. Dan menjadi BPA ga membuat saya merasa udah berkontribusi bagi HMS. Kalo kata temen “Lo tuh ga punya kerjaan selain MA, gue juga sih cuma tidur disekre.” kurang lebih ya emang seperti itu sih BPA sekarang.

    Sebenernya kaderisasi seperti apa, definisi tugas BPA, keterwakilan anggota,sama pengawasan ngawang banget ini. Tapi mungkin lebih enak kalo ngobrol langsung bang hehe. Mau tanya-tanya seputar pengawasan. Soalnya ini cukup ngebuat saya bingung bang.

    Makasi tulisannya bang, hehe. Semoga bisa jadi stimulus bagi anggota untuk membenahi keterwakilannya di BPA ini.

    • Dode

      Ya harapannya sih tulisan ini emang bisa jadi stimulus…hehehehe….Hm…

      oke… ntar kalo ada kesempatan dibicarakan saja. Bingung harus komentar apa lagi tentang BPA, wekekekekekeke….

      o ya…terima kasih telah membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: