Bubarkan Saja BPA HMS-ITB!

Survei dilakukan Formappi pada 13 Januari hingga 7 Februari 2011. Jumlah responden sebanyak 564. Populasinya terdiri atas kelompok ekonomi menengah ke atas yang diwakili responden di Kecamatan Pasar Minggu dan Tebet di Jakarta Selatan serta kelompok menengah ke bawah yang diwakili responden di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Dari pertanyaan tentang dukungan terhadap partai politik serta ingatan terhadap wakil rakyat dan keterwakilan di DPR, 71 persen tidak mendukung parpol tertentu. Sebanyak 14 persen dari responden yang mendukung parpol tertentu menyebutkan nama parpol yang didukung secara terbuka. Sebanyak 72 persen responden tak ingat siapa wakilnya. ”Yang membuat miris adalah 93 persen responden merasa tidak terwakili oleh DPR saat ini,” kata Sebastian.

Sumber dan baca selengkapnya di http://cetak.kompas.com/
Tanggal akses : 26 Maret 2011

Dari cuplikan di atas, saya hanya ingin mengarisbawahi bahwa tidak terwakili oleh Badan Perwakilan adalah sesuatu yang miris. Dalam sebuah buletin kemahasiswaan disebutkan bahwa BPA haruslah secara tepat mewakili anggota dalam urusan organisasi. Bila suatu badan perwakilan sudah tidak dapat melaksanakan fungsi utamanya, ya sebaiknya bubarkan saja badan perwakilan tersebut.

Judul di atas merupakan usulan beberapa teman saya yang merasa miris melihat kondisi BPA HMS sekarang ini. Seperti yang tertulis dalam Anggaran Dasar HMS-ITB Bab VI Badan Perlengkapan Organisasi Pasal 1 butir 2 mengenai Badan Perwakilan Anggota disebutkan bahwa Badan Perwakilan Anggota disingkat BPA HMS-ITB adalah lembaga legislatif tertinggi di HMS-ITB yang merupakan perwakilan anggota. BPA HMS dinilai tidak mampu menjalankan fungsi perwakilan tersebut. Selain itu banyak permasalahan lain yang tidak pernah terselesaikan.

Ah, jangan asal ngomong ya… Mana buktinya?

Justru itu yang saya permasalahkan, siapa yang seharusnya mencari bukti itu. Ada indikasi bahwa kekuasaan di BPA HMS tidak diperebutkan, kondisi ini bukanlah kondisi yang wajar. Ketika BPA tidak dapat mewakili urusan anggota dan ketika anggota cendurung tidak peduli, lalu apa fungsi BPA selain dibubarkan.

Mengutip istilah teman saya, semua yang dilakukan oleh BPA HMS atau yang dijanjikan oleh BPA HMS hanyalah merupakan, mungkin terdengar kurang sopan, cuap-cuap yang menguap menjadi kentut. Banyak alasan yang mendorong kemunculan ungkapan tersebut. Alasan itu antara lain, janji BPA bahwa akan dibentuk tim yang membahas perubahan AD/ART HMS ITB, syarat LPJ yang belum ditagih, tuntutan audiensi yang dilupakan, tidak ada sistem aspirasi anggota, teknis pelaksanaan Musyawarah Anggota yang belum sempurna, tidak ada sistem pengawasan badan pengurus yang baik, dan lain sebagainya.

BPA akan sulit bangun dari keterpurukannya karena permasalah internal pun belum dapat diselesaikan. Permasalahan internal itu antara lain, tidak ada sistem kaderisasi anggota dengan baik, kesimpangsiuran fungsi Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja, rapat yang jarang diadakan dan minim peserta, anggota yang tidak memprioritaskan BPA, tidak ada jaminan penyelesaian masalah bagi anggota yang mengundurkan diri, dan lain sebagainya.

Apakah Anda setuju jika BPA HMS ITB dibubarkan saja?

Jangan asal ngomong deh, walaupun buruk, BPA HMS dibutuhkan sebagai penyeimbangan kekuasaan?

Ya… Sepakat dengan pendekatan itu. Akan tetapi bila penyeimbangan kekuasaan itu tidak dapat menunjukkan fungsinya, untuk apa hal tersebut dipertahankan selain untuk urusan formalitas. Saya berandai-andai, jangan-jangan urusan formalitas perlu untuk menjaga muka. Janganlah banyak cakap lagi sampai solusi konkret dapat dilaksanakan. Saya sendiri tidak tahu apa solusi yang tepat, tetapi tidak ada salahnya bila permasalahan yang ada diselesaikan satu persatu mulai dari yang penting walaupun tidak mendesak.

Buatlah sistem kaderisasi yang baik!

Survei tingkat keterwakilan anggota!

Ubahlah sistem rapat yang selama ini dinilai tidak efektif!

Tagihlah semua hutang BP kepada anggota!

Buatlah sistem aspirasi yang formal!

Lakukanlah studi tentang kesesuaian AD/ART untuk kondisi sekarang!

Sempurnakanlah standar teknis pelaksanaan Musyawarah Anggota!

Cerdaskanlah anggota!

Buatlah sistem pengawasan yang efektif!

Anggaplah data menjadi hal yang penting!

Belajarlah urusan administratif dan kesekretariatan!

Definisikan fungsi dan tugas BPA dengan baik!

Definiskan apa itu Komisi Pengawas dan Komisi Pekerja!

Tegaslah pada anggota BPA!

Berani pada Badan Pengurus dengan cara yang tepat!

Saya yakin masih banyak yang dapat dilakukan BPA HMS untuk memperbaiki kondisi tersebut. Hilang dari kegiatan organisasi selama tidak ada kegiatan yang menuntut formalitas bukanlah tindakan yang bijak. Selama tindakan di atas tetap menjadi cuap-cuap yang menguap menjadi kentut, BUBARKAN SAJA BPA HMS ITB!

 

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

16 responses to “Bubarkan Saja BPA HMS-ITB!

  • ima

    yg ngomong kaya kentut pasti vincent dod. haha

  • Nessia

    Setelah membaca post ini, saya belum mendukung tapi tidak akan mencegah juga jika Anda berkeinginan membubarkan BPA HMS ITB😀

    Saya hanya menyarankan, karena BPA adalah badan perwakilan anggota, maka anggota pula yang berhak membubarkannya. BPA tidak berhak membubarkan diri selama masih ada anggota yang percaya padanya. Pertanyaan berikut saya hampir sama dengan pertanyaan Anda pada post ini dan sebelumnya, “Masih adakah anggota yang peduli atau bahkan yang menyadari keberadaan BPA?”

    “The legislative power belongs to the people, and can belong to it alone.” [J. J. Rousseau]

    • Dode

      😀 emang gak mungkin BPA membubarkan diri sendiri ness… guna gak guna, yang penting adem ayem aja ness, ngapain mikirin hal yang tidak berjalan karena niat.

      tapi kalo dipikir-pikir ini BPA udah bubar dengan sendirinya kok #kalau dilihat dari sudut pandang tertentu.

  • aden

    SETUJU DOD…
    solusi?

    • Dode

      Setuju dibubarkan? atau setuju dengan ide tulisan?

      lalu solusi apa ni?
      kalo solusi pembubaran mah gampang, sekarang lagi dilaksanakan ni, kalo bpa gak rapat2 atau gak kerja2 semestinya kan lama2 bubar sendiri den, cuma ingin mempertegas aja, sekarang lagi ada “prosesi pembubaran BPA”.

      Solusi untuk memperbaiki bpa, udah ditulis di atas.

  • ramdani akbar

    haseeek deh ngebaca postingan maneh…

  • ghazibinarandi

    Udah sekitar dua hari, saya diberi tahu tentang keberadaan tulisan ini. Namun, Tuhan baru mengizinkan saya untuk membacanya malam ini.

    Isu yang sedang bergulir di Kongres KM-ITB belakangan ini, membuat gua banyak membaca tentang demokrasi. Dan ini banyak berkaitan dengan BPA.

    Demokrasi yang merupakan wujud dari kedaulatan rakyat, seringkali mengambil format perwakilan sebagai bentuk pengejawantahannya. BPA, salah satunya. Kemudian perwakilan ini diberi posisi sebagai badan legislatif di lembaga.

    Format ini sudah ada sejak lama. Bahkan, sejak zaman Sparta dan Romawi.

    Mungkin saat ini, kecenderungan di ITB (bukan hanya di HMS, opini pribadi) menunjukkan bahwa badan eksekutif jauh lebih diminati dan “seksi” dibanding badan legislatif. Gua rasa wajar. Berani taruhan: saat ini lebih banyak anak ITB yang bercita-cita menjadi EO atau CEO daripada jadi anggota DPR.

    Tetapi, demokrasi butuh wujud nyata sistem aspirasi. Dan sejauh ini, organisasi kita masih menjadikan BPA sebagai sistem tersebut. Dan jika BPA sendiri sudah mati, HMS bukannya akan mati, tapi HMS akan tetap tidak sadar bahwasanya dirinya telah mati.

    • Dode

      hohohoho…sang master datang…
      Ya gitulah gaz…yang di atas cuma cuap2 orang yang gak tahu apa2 kok, gak tau aturan juga, udah jelas2 tahu BPA dibutuhkan tapi seenaknya aja minta dibubarkan… #tapi itu lebih baik dari pada sakit hati

      Sayang sekali ya, HMS yang mengajarkan idealis tetap aja ikut kecenderungan yang belum tentu tepat yang mengganggap legislatif kurang seksi, hehehehe…

      Suka deh sana ini,

      jika BPA sendiri sudah mati, HMS bukannya akan mati, tapi HMS akan tetap tidak sadar bahwasanya dirinya telah mati

      makasi telah berkunjung.

    • Dode

      O ya Gaz…
      sebelum tulisan ini, ada beberapa tulisan juga tentang BPA (dikategori BPA). Yang menurut gw seru sih yang aspirasi,kalo ada kesempatan mohon dicek, pengen denger pendapat lo, Gaz…hehehehehe…

      • ghazibinarandi

        Wah, aing mah bukan master, Dod. Cuma pembaca tulisan sang master. He-he. Gua udah liat tulisan-tulisan yang lain, yang ternyata BANYAK. Ha-ha. Berhubung kemarin gua baru mulai baca sekitar pukul 1 pagi dan sudah mengantuk, jadi gua putuskan untuk tidak membaca semuanya dulu. Entar deh, akan gua baca di lain kesempatan. Omong-omong, beruntung HMS masih punya orang yang mau ngangkat isu-isu cem beginian. Yaa, paling nggak, berarti HMS belum sepenuhnya mati.

        Salut, Dod.

  • Dode

    @ghazibinarandi
    padahal lebih keren kalo mati lo…
    jadi ntar pas ada yang hidupin hms…
    bisa ada istilah,
    HMS pernah mengunjungi akherat dan kembali ke bumi untuk berkarya… 😛

    oke…ditunggu komentarnya….

  • Angky Arifin

    wah ternyata ada tulisan kaya gini..
    ikut ngasi pendapat yah..
    walau umur saya di HMS masi tergolong sebentar..
    dan juga sudah cukup telat untuk nimbrung..
    better late than never..^^

    kalo menurut saya setelah membaca tulisan ini, saya tidak akan menilai tulisan ini sebagai suatu pemikiran gila (toh semua yang disebutkan di atas cukup bisa dirasakan) tp juga tidak akan mendukung sepenuhnya..
    karena menurut saya ketidak berjalanan fungsi utama BPA bukanlah salah BPA spenuhnya..
    semua anggota HMS ikut andil di sini..

    mayoritas anggota HMS (termasuk saya) tidak mengerti apa sih itu BPA yang sebenarnya..
    oke BPA = Badan Perwakilan Anggota, berarti mereka mewakili anggota (dalam konteks ini berarti anggota HMS).
    tp apa sih yang diwakilkan, mereka sama sekali tidak ada bayangan..
    karena tidak tahu dan tidak mengerti mereka cenderung tidak perduli ada ataupun tidaknya suatu badan perwakilan ini..
    dan tidak ada usaha untuk mencari tahu..

    dan dari tulisan di atas, saya mengambil kesimpulan alasan utama anda ingin BPA dibubarkan adalah karena tidak adanya integritas di dalam BPA..
    atau lebih kasarnya “they’re just talking shit and do nothing”..
    tp kalau itu merupakan alasan utama, kenapa judul di atas bukan Bubarkan Saja HMS-ITB!
    karena menurut saya pribadi (maaf nih kalo cukup subjektif) integritas adalah hal yang sangat sulit ditemukan di mayoritas anggota HMS..
    dan sepertinya dari HMS sendiri saya tidak melihat adanya usaha untuk mempertegas integritas anggota..

    sekian..
    ini semua benar-benar pendapat pribadi..
    hanya berdasar pada pengalaman dan pengamatan pribadi..
    cuman ingin berbagi..
    dan tidak ada maksud lain..^^

    • Dode

      Hehe… Ada Angky….
      Yup, bener sekali, gak semua salah BPA, ada namanya itu recall… Kurang lebih gini, kalo ada BPA yang gak datang rapat lebih dari 2 kali berturut-turut, massa HMS berhak menarik BPA itu dan mengantinya (kalo mw) tanpa mosi-mosi yang cukup ribet itu, kenyataannya walaupun kadang telat, absensi rapat bpa tidak pernah diliat massa, ya gitulah… ini menunjukkan anggota tidak peduli pada BPA yang akhirnya membuat BPA seperti kehilangan tujuan, “sebenarnya siapa yang saya wakili”.

      ow… akhirnya nangkep yang soal integritas setelah dibaca berkali-kali… Iya sih, mayoritas anggota HMS seperti itu. Kalo judulnya itu karena pengen diberi penekanan gini, kalo anggota gak berintegritas itu mungkin masih bisa dimaklumi, entah mereka tidak berintegritas, kecewa terhadap kinerja BP maupun BPA ato karena belum diajarkan. Nah kalo BPA kan lembaga, integritas mereka harus ada karena tanggung jawabnya bukan hanya secara moral, tetapi tanggung jawab lembaga juga ada.

      Di sini juga pendapat pribadi semua kok… sante…
      Oke..Oke… mantap dah… khususnya kalimat yang ini,

      sepertinya dari HMS sendiri saya tidak melihat adanya usaha untuk mempertegas integritas anggota..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: