Yang Pertama, Permintaan Maaf yang Tak Wajar

Don’t Just Do It,
Pray First!

“Just Do It” merupakan tag line sebuah perusahaan yang mungkin berpesan bahwa tidak perlu ragu-ragu atau takut, kerjakan saja. Tetapi tag line tersebut sedikit diubah, dilengkapi tepatnya, entah oleh siapa, menjadi seperti yang dituliskan diawal. Sebelum sesuatu dilakukan, hal yang pertama harus dilakukan adalah berdoa. Selalu ada satu hal yang dijadikan yang pertama, mengawali suatu kejadian. Meskipun belum tentu hal yang pertama adalah yang utama, tetapi hal yang pertama dilakukan adalah langkah awal untuk menentukan langkah berikutnya.

lalu apa hubungannya dengan cerita ini?

Seperti yang telah diceritakan sebelumnya pada “Janji Zoro, Sebuah Alasan untuk Hidup“, bisa saja impian Zoro sirna bila sang kapten tidak mengerti arti sebuah janji. Oleh karena itu, yang pertama kali dilakukan oleh Zoro adalah memberi tahu Luffy, bahwa dia juga memiliki impian yang ingin dia wujudkan lalu dibuatlah sebuah kesepakatan.

Salah satu ciri Zoro adalah totalitas pada identitasnya. Tidak terkalahkan ya berarti tidak boleh kalah, anggota ya berarti setia pada ketua. Zoro harus setia pada Luffy, tetapi janji pada Kuina adalah hidupnya. Tidak boleh ada yang menghalanginya dalam mewujudkan impian, walaupun itu adalah kaptennya.

Tidak ada yang Zoro dapat lakukan bila Luffy menghalangi impiannya, karena anak buah harus ikut apa kata kapten. Yang bisa diminta Zoro hanyalah suatu permintaan maaf yang tidak biasa, yaitu dengan cara bunuh diri.

Kok? Kenapa sampai harus sebegitunya sih?

Maaf bukan hanya sekedar kata-kata, tetapi juga keihlasan. Keikhlasan seseorang memang sesuatu yang tidak dapat pegang. Untuk mengetahui ada tidaknya keikhlasan, penerima maaf hanya perlu percaya. Sayang, untuk sebagian orang, hal itu tidak mudah, juga bagi Zoro. Keikhlasan perlu bukti, itulah yang dituntut oleh Zoro. Ketika ada suatu pelanggaran kesepatakan, kata maaf harus muncul, tetapi harus didahulu oleh suatu tindakan bunuh diri.

Ketika melakukan ingin melakukan sesuatu tidaklah perlu ada keraguan atau ketakutan yang berlebihan. Lakukan saja, tetapi ingatlah, yang pertama selalu ada. Tindakan pertama sebagai langkah awal menentukan langkah berikutnya.

Dahulukan keikhlasan sebelum kata maaf. Untuk sebagian orang, keikhlasan itu harus berwujud. Yang penting adalah bukan bagaimana meminta maaf tapi adalah bagaimana memperlihatkan keikhlasan tersebut.

Referensi:

  • One Piece, Chapter 6 – The First Member Karya Eiichiro Oda
Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: