Mengenal Pilihan/Kesempatan dari Tuhan

Mengulas yang dapat saya pahami mengenai khotbah di GKI Maulana Yusuf pada hari Minggu, 20 Maret 2011 dengan
tema : Menerima Pilihan, Mengambil Kesempatan,
pembicara : Pdt. Ima F. Simamora,
ayat bacaan : Kejadian 12:1-4a.

Hidup ini dipenuhi pilihan dan kesempatan, semenjak bangun tidur hingga tidur lagi. Terkadang ada tuntutan untuk merespon dengan cepat setiap pilihan atau kesempatan yang ada. Tuntutan ini sering kali membuat pengambil keputusan kurang jeli menentukan pilihan atau kesempatan mana yang terbaik untuk pengambil keputusan. Apakah pilihan dan kesempatan tersebut menjadi terbaik atas pertimbangan diri sendiri, orang lain, atau Tuhan?

Sudah menjadi kebiasaan manusia untuk menyalahkan orang lain atau Tuhan. Bila pilihan atau kesempatan yang diambil salah, manusia cenderung berkata, “Tuhan jahat, mengapa Tuhan membiarkan hal buruk terjadi dalam hidupku?”. Padahal manusia memiliki kehendak/pilihan bebas.

Manusia juga sering kali keliru mendefinisikan pilihan/kesempatan dengan baik. Pilihan/kesempatan yang dinilai benar adalah hal-hal yang membawa kebahagia. Seharusnya, pilihan/kesempatan yang benar adalah hal-hal yang membawa karya keselamatan, meskipun dalam pelaksanaanya akan terasa sangat berat. Tentu saja, Tuhan tidak akan memberikan pilihan/kesempatan yang salah.

Oke… Jadi sebaiknya pilihan/kesempatan diambil berdasarkan pertimbangan Tuhan, Yang Tidak Pernah Keliru? Dari mana kita tahu itu pertimbangan Tuhan bukan ego manusia?

Ya, seharusnya sebagai orang yang percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan, setiap pilihan/kesempatan yang diambil telah melalui pertimbangan-Nya. Untuk mengetahui apakah pertimbangan yang digunakan untuk memilih adalah pertimbangan-Nya atau ego manusia maka relasi dengan Tuhan dan kerendahan hati sangat dibutuhkan.

Relasi dengan Tuhan dan kerendahan hati telah ditunjukan oleh kisah Abraham. Tanpa kedua hal itu, Abraham tidak akan rela meninggalkan kemapanan dan sanak-saudaranya untuk pergi ke negeri asing.

Demikian pula setiap dari kita yang akan mengikuti pilihan/kesempatan dari Tuhan. Bisa saja, tidak ada informasi sama sekali tentang negeri asing itu, segala kenikmatan yang sudah dimiliki akan ditinggalkan, dan tidak ada informasi apakah negeri yang dijanjikan sudah dekat atau masih jauh. Yang harus dilakukan untuk tetap bertahan dalam pilihan atau kesempatan dari pertimbangan Tuhan adalah mempercayakan diri serta taat kepada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: