Lemari Karya HMS ITB

Cerita ini diawali dengan pertanyaan apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan keprofesian HMS ITB. Selama ini, Badan Pengurus HMS ITB percaya bahwa keprofesian berjalan tertatih-tatih karena kesadaran anggota akan keprofesian masih rendah.

Bagi saya, kesadaran akan keprofesian yang rendah bukanlah alasan yang tepat untuk membenarkan keadaan keprofesian HMS ITB yang berjalan tertaih-tatih. Justru dalam keadaan seperti ini badan pengurus dituntut untuk menunjukkan kehebatannya untuk meningkatkan kesadaran itu, bukan menyerah pada keadaan.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Salah satunya adalah dengan menghargai para pengiat keprofesian di HMS ITB. Penghargaan semacam itu tidak pernah dilakukan oleh HMS ITB. Justru sebaliknya, piala hasil lomba yang dipersembahkan untuk HMS ITB tidak dirawat dengan baik dan akhirnya rusak seperti yang diceritakan oleh Sylvia Margaretta dalam tulisannya berjudul “Sesuatu yang Diketemukan Malam Ini“.

Memang. akan sangat sulit menghargai jika kita tak ikut mengusahakannya
Memang. akan susah  ikut berbangga jika kita tak ikut bersusah meraihnya
Memang .tak mudah mengingat sejarah jika kita tak ikut mengukirnya

Apakah sangat sulit ikut menghargai capaian ‘keluarga’nya?
Apakah sangat susah ikut berbangga atas prestasi  ‘keluarga’nya?
Apakah begitu mudahnya terlupa sejarah yang terukir atas nama ‘keluarga’nya?

Jika begitu, mengapa tak disekedarkan dengan perasaan ‘ikut-senang’?
Perasaan yg beranak tindakan ‘ikut-menjaga’?

Keluarga ini terdiri dari orang-orang hebat sejak dahulu
Tapi, keluarga-sekarang tak ikut merasa itu
(mungkin) hanya karena keacuhan sesaat yang terus berlangsung
semenjak dinisbahkan sebagai anggota ‘keluarga’ waktu itu

Catatan: Terdapat gambar piala keprofesian HMS yang rusak pada tulisan asli.

Lemari Karya Sebuah Kegilaan Kecil

Lemari khusus untuk karya keprofesian diadakan sebagai bentuk penghargaan kepada para pengiat keprofesian.  Keprofesian yang saya maksud bukan Departemen Keprofesian seperti yang dikenal selama ini, tetapi keprofesian dalam artian luas, bisa saja itu berupa pengabdian masyarakat atau majalah Cremona. Tidak akan ada lagi kejadian perusakan piala, baik sengaja maupun tidak. Peraih piala akan dikenal karena papan penjelas akan mendampingi setiap piala yang ada.

Selain itu, Departemen Keprofesian, yang mengatur lemari ini, dapat menyuarakan visi, misi dan ajakan berprestasi dengan berani pada setiap papan penjelas yang belum dipesan oleh piala tertentu.

 

diletakkan diantara lemari barang

Beberapa piala dengan papan penjelas

Visi dan Misi yang dituliskan

Mengapa disebut kegilaan kecil?

Karena lemari ini diadakan di tengah kesibukan UAS, diinisiasi bukan oleh Badan Pengurus HMS ITB, tidak terdapat dalam program kerja, tetapi lemari ini dapat berada dalam sekretariat dengan baik.

Karena lemari ini dibiarkan kosong, walaupun diapit lemari-lemari barang lainnya yang sudah penuh. Hal ini disengaja, seharusnya tetap dijaga kesengajaannya, untuk menunjukkan bahwa lemari ini masih kekurangan karya di saat lemari lain kelebihan barang.

Menunggu Kegilaan yang Besar

Lemari ini merupakan salah satu upaya untuk menghargai usaha para pengiat keprofesian. Akan tetapi itu tidak cukup, keprofesian menjadi prematur bisa dibatasi hanya pada piala kompetisi. Oleh karena itu, diperlukan kegilaan lain, kegilaan yang membawa keprofesian HMS ITB ke arah yang lebih baik.

Apa contoh kegilaan itu?

Ya… adalah, masak harus disebutin satu-satu. Coba cari dulu, baru tanya.

Sekarang, kegilaan harapan itu digantungkan pada Badan Pengurus yang baru, yang dipimpin oleh Iwan Setiawan, dikoordinasikan oleh Departemen Keprofesian, Mohamad Ashyari Sastrosubroto sebagai kepala departemen, dan didukung oleh seluruh departemen dalam badan pengurus.

Tulisan ini dibuat semata-mata untuk menjadi catatan untuk mengantikan kata-kata yang tak tersampaikan. Semoga keprofesian HMS ITB menjadi lebih baik.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: