Pernah Dikawal

Berkumpul di kampus ITB, beberapa mahasiswa ITB termasuk saya menaiki mobil TNI. Hari itu, kami berangkat untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Angkatan IV tahun 2009 di Dodik Bela Negara, Cikole, Lembang. Bagi saya, naik mobil mobil TNI atau sejenisnya bukan hal yang baru.

Lalu lintas saat itu padat merayat. Jalan yang menanjak menambah pelan laju setiap kendaraan yang ada, dan jalan yang hanya dua lajur membuat setiap kendaraan harus antri. Tiba-tiba ada suara yang meraung-raung, suara sirine. Mobil bergerak menuju jalur yang berlawanan dan melaju dengan cepat. Ternyata rombongan kami, dikawal beberapa tentara di depan dan di belakang.

Terlihat mobil-mobil dan kendaraan lain yang sedang menunggu untuk jalan, karena semakin ke atas memang semakin macet. Terlihat pula kendaraan lain yang mencuri kesempatan mengikuti rombongan kami.

Emang apa rasanya dikawal?

Wow… Luar biasa. Ada rasa bangga yang terasa. Entahlah, mungkin rasa bangga muncul karena mobil kami tinggi sehingga kalau melihat mobil lain bak semut ditambah dengan kami melaju dengan cepat mereka diam. Bukan hanya bak semut, tapi bak semut yang benar-benar tak bisa lagi menggigit. Kami merasa superior.

Sungguh menyenangkan berada dalam situasi itu. Tiba-tiba muncul pikiran lain yang menganggu.  Seperti inilah manusia, ketika berada di posisi yang menyenangkan, manusia akan cenderung melupakan keadaan yang lain. Sebagai pengguna setia jalan, saya sering merasa marah ketika ada mobil pejabat yang dikawal, menyebabkan macet di semua jalur yang dilewatinya.

Di tengah rasa luar biasa pertama kali di kawal, ada rasa sedih.

Apakah sekarang secara tidak sadar, saya telah tergabung dengan kelompok yang sering membuat saya marah ketika di jalan? Apakah saya sekarang tergolong ke dalam kelompok yang lebih mementingkan kepentingan kelompok sendiri daripada kepentingan orang banyak? Ternyata saya telah menjadi sosok yang tidak saya sendiri tidak sukai.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

2 responses to “Pernah Dikawal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: