Sukses Tidak Sukses Pemilu HMS ITB

Saya lupa sejak kapan saya tergabung menjadi anggota HMS ITB. Yang jelas, sudah tiga kali saya mengikuti pemilihan umum (pemilu) ketua HMS ITB, yang lebih dikenal dengan sebutan pemilu Kahim HMS. Mari kita cermati apa yang menarik dalam pemilu HMS ITB.

Seputar Pemilu HMS ITB

Pemilu HMS ITB diadakan setiap setahun sekali. Pemilu diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Anggota (BPA) HMS ITB melalu sebuah kepanitiaan yang disebut Panpel. Anggota panpel biasanya merupakan anggota angkatan setahun di bawah angkatan yang diunggulkan maju ke kursi nomor 1 di himpunan.

Logo Pemilu tahun 2010

Logo Pemilu Tahun 2011

Fungsi Pemilu

Di lihat dari fungsi pemilu, semua pasti setuju pemilu ini berhasil.
Apa hasilnya? Ada kahim baru.

Pemilu kalau gak salah berupa rangkaian, gimana? sukses?

Ya… Saya sendiri bingung bagaimana menjawabnya. Dalam tiga kali pelaksanaan pemilu yang saya amati, hal tersebut bukan permasalahan utama. Tidak setiap tahun hal tersebut dipermasalahkan, dan tiap tahun memberikan hasil yang berbeda. Dari kondisi tersebut, saya menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan bukanlah hal yang utama, yang penting ada kahim yang baru.

Pelaksanaan yang saya maksud meliputi proses pembuatan peraturan pemilu, anggota yang terdaftar sebagai pemilih, jumlah kampanye, pelaksanaan pemilu bersih, dan lain sebagainya.

Bagi saya, pelaksanaan itu penting.

Yang Baru Jadi Kebanggaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada peningkatan dalam beberapa bidang dalam pemilu. Bukan peningkatan yang biasa, tetapi peningkatan yang membanggakan. Pemilu HMS dipandang oleh himpunan lain, bahkan kabinet KM ITB, sebagai pemilu yang “hijau” dan menggunakan teknologi tinggi.

Semenjak tahun 2010, pemilu HMS ITB menggunakan sistem e-vote. Hal ini berarti kertas untuk surat suara sudah tidak digunakan lagi. Sangat disayangkan sekali bila “hijau” yang dimaksud hanya karena kertas tidak digunakan karena tentunya “hijau” harus dilakukan secara menyeluruh sampai bagaimana setiap panitia dan pemilih mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada, dan meningkatkan nilai yang bisa diperoleh.

Dari pengamatan yang dilakukan, sistem pemilu seperti itu sebenarnya bukan hal yang baru. ARC, salah satu unit kegiatan mahasiswa di ITB telah menggunakan sistem ini selama beberapa kali pemilu. HMIF dapat dengan mudah membuat sistem serupa. Ya… Dapat dilihat bahwa tingkat himpunan mahasiswa jurusan, HMS yang berani: berani mengambil inisiatif dan berani berubah, mencoba sesuatu yang baru.

Ya… Walaupun ada hal yang masih harus dibenahi, sistem pemilu seperti ini, telah membuat himpunan lain menjadikan HMS sebagai “Bapak Sistem e-vote. Semoga hal yang baru ini terus dikembangkan dan dapat menjadi kebanggaan bagi anggota HMS-ITB.

Yang Lama, Jadi Sepah dan Dibuang

Walaupun kondisi berubah-ubah, termasuk perkembangan teknologi, ada hal penting (menjadi inti permasalahan) yang tetap tidak berubah. Sebagai contoh, jembatan. Jembatan yang pertama hanyalah batang pohon kemudian berkembang sampai jembatan bentang panjang dengan segala tipe yang ada, tetapi fungsi jembatan tidak berubah yaitu menghubungkan dua tempat yang terpisah oleh suatu halangan tertentu.

Demikian pula dengan pemilu HMS, walaupun anggota dan kahim berganti tiap tahun dan teknologi berkembang, ada hal yang tidak berubah. Hal ini juga berlaku untuk laporan pertanggungjawaban (LPJ), harus ada, apapun bentuknya.

Menjadi Pengawas Pemilu di tahun 2010 ternyata tidak dapat menyadarkan panpel mengenai arti penting LPJ. Panpel berjanji akan membuat, bimbingan telah dilakukan, sampai sekarang LPJ itu tidak pernah ada. Malas alasan yang paling diunggulkan. Walau tak terucap, tapi terlihat.

Menjadi mahasiswa tingkat akhir di tahun 2011 ternyata juga tidak dapat memaksa panpel membuat LPJ. Entah apa alasan panpel melanggar janji yang ditulis di beberapa media publikasi pemilu.

lho… LPJ itu penting lho. Emang gak ada BPA yang mengontrol?

Wah, soal BPA tidak perlu dibahaslah. Sudah ada pengawas pemilu. Ya sudahlah… HMS memang himpunan yang belum mengerti betapa penting sebuah LPJ sebagai “warisan” bagi generasi yang akan datang.

Penutup

Mengapa pemilu menjadi penting bagi HMS?

Seharusnya bagi HMS, pemilu penting bukan hanya karena HMS perlu kahim yang memimpin organisasi selama 1 tahun ke depan, tetapi juga karena pemilu merupakan gerbang pintu ke mana HMS akan diarahkan, ke arah yang lebih baik atau lebih buruk.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: