Aku, Si Hebat

Bab ini menceritakan tentang Helmeppo dan ayahnya, Morgan. Setelah dihajar oleh Luffy, Helmeppo meminta Morgan untuk membalas Luffy. Melempar manggis, mangga didapat. Bukan bantuan yang didapat oleh Helmeppo, tetapi kenyataan yang cukup menyedihkan bahwa dipukul pun dia tidak layak. Mengapa tidak layak? Tidak ada penjelasan khusus tentang itu. Kemungkin besar Morgan berpikir bahwa memukul Helmeppo tidak akan membuat dirinya makin berkuasa. Maklum saja, Morgan gila kekuasaan.

Yang menarik untuk diperhatikan adalah sikap Helmeppo sewaktu masih berkeliling di tengah kota. Dengan sombong, Helmeppo memamerkan kekuasaannya.

Emang Helmeppo berkuasa? Apa buktinya?

Ya… Helmeppo bukan siapa-siapa. Yang berkuasa adalah ayahnya. Inilah salah satu fakta kehidupan yang sering terjadi. Terkadang seseorang merasa kehebatan orang yang dikenalnya atau institusi yang diikutinya adalah kehebatannya. Mahasiswa sebuah perguruan tinggi yang hebat, diharapkan juga hebat, tetapi belum tentu mahasiwa itu hebat. Anak seorang tokoh agama diharapkan seperti orang tuanya, tetapi kemungkinan bahwa anak itu menjadi penjahat tetap saja ada.

Merasa diri sendiri hebat karena nama atau usaha yang dilakukan orang lain bukanlah hal yang bijak.

Referensi:

  • One Piece, Chapter 4 – Marine Lieutenant “Axe Arm Morgan” karya Eiichiro Oda.
Advertisements

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: