Gempa dan Korbannya

Setiap ada berita mengenai kejadian gempa. Hal yang selalu menarik untuk diperhatikan adalah dampak kerusakan dan jumlah korban. Hal-hal tersebut diperlukan untuk mengatur agar penyelamatan dan pembangunan kembali daerah yang rusak menjadi lebih optimum.

Jika diperhatikan dengan baik, jumlah korban gempa dari satu kejadian dengan kejadian yang lain tidaklah sama. Terkadang gempa kecil dapat menimbulkan korban jiwa lebih banyak daripada gempa besar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah korban jiwa akibat gempa, antara lain:

1. Percepatan gempa

Gaya gempa yang diterima suatu bangunan sebanding dengan percepatan gempa dan massa bangunan itu sendiri. Semakin besar percepatan gempa yang terjadi pada suatu kawasan, maka kemungkinan kerusakan semakin besar pula. Akan tetapi, kerusakan yang terjadi dapat berbeda-beda walaupun masih dalam satu wilayah karena massa bangunan juga mengambil bagian dalam penentuan besarnya gaya gempa yang terjadi.

2. Struktur bangunan tahan gempa

Struktur bangunan tahan gempa bukan berarti struktur tersebut pasti tetap berdiri kokoh apabila gempa besar terjadi. Yang dimaksud struktur bangunan tahan gempa adalah struktur yang memiliki tingkatan: tidak rusak, mengalami kerusakan non-struktural, kerusakan strukutral, hampir roboh akibat suatu gempa dengan skala tertentu tetapi tidak roboh. Tujuan dari strukutur bangunan tahan gempa adalah pengguna struktur tersebut diberi kesempatan untuk menyelamatkan diri sebelum bangunan tersebut roboh akibat gempa dengan skala tertentu.

Suatu wilayah yang dibangun dengan memperhatikan persyaratan bangunan tahan gempa memiliki kemungkinan korban jiwa karena gempa semakin kecil.

3. Kepadatan penduduk

Semakin tinggi kepadatan penduduk suatu wilayah yang terkena gempa, maka semakin tinggi pula kemungkin korban jiwa yang timbul. Tentu saja, apabila gempa terjadi di wilayah yang tidak memiliki penduduk, tidak mungkin ada korban jiwa di sana.

4. Kesiapan penduduk menghadapi gempa

Korban jiwa karena gempa bisa saja terjadi karena terlambat menyelamatkan diri, tertimpa reruntuhan gedung atau kecelakaan saat menyelamatkan diri, misalnya terinjak-injak oleh penduduk lain yang gugup. Oleh karena itu, kesiapan penduduk menghadapi gempa mempengaruhi jumlah korban jiwa yang terjadi. Kesiapan tersebut antara lain ketenangan saat gempa tejadi, implementasi peraturan mengenai struktur tahan gempa, mengerti cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi, adanya jalur evaluasi, dsb. Semakin siap penduduk mengahadapi gempa, semakin sedikit kemungkinan korban jiwa yang terjadi.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: