Sempitnya Aku

Seseorang yang berarti buat aku berkata,

Kenapa berdiri di tempat yang kamu tidak ingin berdiri?
Cobalah berdiri sejajar dengan kami :-)

ah, aku tak mengerti apa yang ingin kau sampaikan.

Banyak arti yang dapat dikandung oleh perkataan tersebut.

Bisa saja kalian benar, aku bodoh karena tidak berdiri di tempat yang aku sukai.

Bisa saja kalian salah karena tidak mengenal di mana aku ingin berdiri.

Bisa saja berarti kalian ingin aku bergerak menuju kesejajaran dengan kalian.

Menuju kesejajaran dengan kalian, karena kalian menganggap posisiku sekarang sebuah hal yang sia-sia, penuh kekecewaan dan menyarankan aku menikmati kesejajaran dengan kalian.

Menuju kesejajaran dengan kalian, karena kalian membutuhkanku di sana untuk membantu kalian mencapai cita-cita bersama.

Anggaplah kalian membutuhkanku.

Akan tetapi bagaimana anggapan bisa muncul dengan kata “cobalah”, kata yang seakan-akan tidak masalah ada aku atau tidak.

Mungkin kata “ayolah” lebih tepat.

“Ayolah, berdiri sejajar dengan kami”

 

Aku jadi teringat tentang salah satu komik favoritku, One Piece karya Eiichiro Oda, bab 333 berjudul Captian. Bab ini menceritakan tentang duel sang kapten, Luffy dengan salah satu krunya, Ussop. Satu hal yang menarik adalah ketika Sanji mencegah Chopper untuk mengobati Ussop yang akhirnya kalah dalam duel tersebut.

Sanji: This is not just a fight or a game!!!

Chopper: So What!!! I’m a doctor. Let me at least look at his wounds!!!

Sanji: He lost a duel and was then pitied. Thing about how he must feel right now!!! Think about how this kind of kindness pains the “loser”!!! He entered this fight knowing that this might happen!

Sanji mencegah Chopper bukan karena tanpa alasan. Hal yang ini disampaikan adalah terkadang hal yang baik, mengobati, dapat menjadi hal yang dianggap buruk, kebaikan yang menyakitkan, bila dilakukan pada saat yang salah.

 

Memang perkataanmu tidak ada hubungannya dengan duel.

Jika memang perkataanmu bermaksud meminta pertolonganku.

Suatu ajakan yang baik, tetapi di saat yang salah bagiku.

Di saat, aku mengerti dengan pasti di mana aku berdiri.

Di saat, aku percaya bahwa kamu dan kalian dapat memberikan yang terbaik tanpa bantuanku.

Maafkan cara pandangku yang tidak luas.

Jika kali ini aku salah lagi, maafkan aku yang kembali membuatmu kecewa karena membatasi pandanganmu yang luas dengan pandanganku yang sempit.

Tolonglah aku untuk mengertimu.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

4 responses to “Sempitnya Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: