Asisten-Kerja Berbicara

Tell me and I will forget

Show me and I will remember

Involve me and I will remember

Sepertinya ungkapan itu cocok untuk membuka cerita mengenai keberlangsungan salah satu Program Departemen Keprofesian HMS ITB yaitu Asisten-Kerja. Program ini melibatkan anggota HMS ITB dalam suatu kelompok yang sedang mengikuti lomba. Program ini diaplikasi pertama kali pada Kontes Jembatan Indonesia ke-6, 5-7 November 2010 di Depok.

Seperti yang terlihat pada laman web HMS ITB, program ini diharapkan dapat membentuk hubungan mutualisme di mana peserta lomba merasa terbantu dengan adanya asisten yang dapat diandalkan dan yang terpenting adalah asisten-kerja dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan untuk kompetisi serupa.

“Lalu apa perbedaan antara asisten-kerja dengan teman-teman yang datang membantu?”

Jelas berbeda. Asisten-kerja memiliki posisi yang jelas yaitu bagian dalam tim lomba. Hal ini berarti asisten-kerja akan dilibatkan dalam setiap kegiatan tim lomba. Asisten-kerja juga akan menerima beberapa fasilitas, misalnya pelatihan software, akomodasi selama pelaksanaan perlombaan, dan hal-hal lain yang dinilai perlu dan dapat disediakan oleh Departemen Keprofesian HMS ITB. Tim asisten-kerja diharapkan memiliki komitmen yang tinggi untuk mengantar HMS ITB meraih prestasi.

Program ini diawali dengan rekruitment asisten-kerja, bagian inti yaitu persiapan menghadapi perlombaan, pelaksanaan perlombaan, dan diakhiri dengan evaluasi. Alur tersebut terlihat pada diagram berikut,

Alur Program Asisten-Kerja

Asisten-Kerja HMS ITB dalam KJI ke-6

HMS ITB ikut serta dalam KJI ke-6 dengan meloloskan 2 tim pada kategori Jembatan Baja (Tim 150 Candela: Alvin, Doddey, Khristya, Nessia) dan Jembatan Kayu (Tim Esha 32: Pandu, Rizal, Septi, Tarto) sehingga perlu dibentuk 2 tim asisten-kerja untuk mendampingi tim lomba. Publikasi dilakukan secara sederhana dan pendaftar mulai muncul. Total pendaftar adalah 19 orang, 9 orang untuk Kategori Jembatan Baja dan 10 orang untuk Kategori Jembatan Kayu.

Melalui wawancara, Departemen Keprofesian dibantu oleh tim lomba memilih 8 orang untuk dijadikan 2 tim, masing-masing 4 orang. Asisten-kerja untuk Kategori Jembatan Baja adalah Reza Ernanda (15008007, alias Jaer), Arka P. Reksowardojo (15008011), Florentia Edrea (15008021), Irvan Maruli (15008082, alias Maruboy), sedangkan untuk Kategori Jembatan Kayu adalah Fardy Muhammad Ichsan (15008004, alias Icang), Gini Arimbi (15008044), William Justin (15008048, alias Cucu), Fathiyyatul Izzah (15008104).

 

Asisten-kerja tim lomba kategori baja

Asisten-kerja tim lomba kategori kayu

Ada 2 tahap perlombaan dalam KJI ke-6, yaitu pengumpulan proposal rancangan jembatan dan perakitan model jembatan. Asisten-kerja baru dapat dilibatkan setelah pengumuman tim yang lolos tahap seleksi proposal karena jumlah tim asisten-kerja yang diperlukan harus disesuaikan dengan jumlah tim lomba. Karena tidak ikut serta sejak awal, asisten kerja perlu diberikan pengenalan perlombaan dan pembelajaran bagaimana merancang sebuah jembatan.

Setelah pemahaman tim asisten-kerja sama dengan tim lomba, tim asisten-kerja beraktivitas bersama-sama dengan tim lomba. Aktivitas itu antara lain berdiskusi mengenai jadwal kegiatan, mencari dan membuat elemen jembatan, mencari teknisi yang dibutuhkan, merakit jembatan, membuat dekorasi jembatan, makan bersama, simulasi, berlomba, dan ber-“wisata” ke Depok.

Sekarang saatnya melihat aktivitas tersebut dalam gambar,

Di laboratorium Jurusan Teknik Mesin

Sebelum keberangkatan ke Depok

Membantu selama perlombaan berlangsung

Bergaya ala San Cai dan F4

Memberikan senyum setelah perakitan

Makan bersama di Dago Plaza

Untuk mengetahui apakah program ini berjalan dengan baik, Departemen Keprofesian HMS ITB meminta evaluasi kepada para asisten-kerja. Dari evaluasi tersebut, program ini mendapat sambutan yang positif walaupun masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan agar program ini dapat berjalan lebih baik di kesempatan yang akan datang.

Kekurangan dalam pelaksanaan program ini antara lain:

  • Penekanan dalam hal teoritis mengenai jembatan dan perancangannya dirasa kurang,
  • Proses perhitungan dan desain jembatan, serta pembuatan proposal tidak sempat dialami oleh asisten-kerja,
  • Pembelajaran dalam pencarian sponsor dirasa kurang,
  • Penjadwalan kegiatan asisten-kerja dinilai kurang persiapan,
  • Aktivitas asisten-kerja masih tergantung dengan tim lomba.

Manfaat yang diperoleh asisten-kerja selama pelaksanaan program ini antara lain:

  • Pengalamam bekerja di laboratorium,
  • Penyemangat mengikuti KJI berikutnya,
  • Pembelajaran dan pengalaman yang tidak diperoleh selama perkuliahan,
  • Kegiatan positif untuk mengisi waktu,
  • Membuka wawasan tentang lomba ketekniksipilan dan usaha yang perlu dikeluarkan,
  • Mempererat rasa kekeluargaan di antara anggota HMS.

Serpihan Keprofesian HMS ITB

Ada dua hal yang sangat digemari dan populer di HMS ITB, olahraga dan kaderisasi. Entah apa alasannya, keprofesian HMS ITB seperti di-“anak tiri”-kan, seakan-akan sepi peminat. Jika kegiatan olahraga ditopang dengan pendanaan yang besar dan kegiatan kaderisasi didukung dengan forum massa yang tak terhitung jumlahnya, maka muncul pertanyaan apa yang menopang dan mendukung keprofesian. Semoga testimoni berikut dapat membuktikan pendapat di atas,

Seharusnya porsi keprofesian lebih besar. Seharusnya ikut lomba-lomba ketekniksipilan lebih happening daripada ketika kita (anggota HMS ITB) jadi supporter buat tim olahraga atau saat mengikuti kajian kaderisasi

Keprofesian HMS ITB seakan-akan tak berdaya dan hancur menjadi serpihan ketika dihadapkan dengan berbagai  kegiatan yang populer itu. HMS ITB melalui Departemen Keprofesian harus mulai mengumpulkan serpihan tersebut. Sepihan yang berupa kecedasan dan semangat belajar anggota yang tinggi, program yang baik, dukungan pendanaan, dan serpihan lain yang mungkin luput dari pemahaman anggota HMS ITB. Tentunya serpihan itu harus disatukan dengan manajemen keorganisasian yang baik.

Asisten-Kerja Menjawab Arah Gerak HMS ITB

Tiga hal yang menjadi arah gerak HMS ITB adalah Kekeluargaan, Keprofesian, dan Pengabdian Masyarakat. Setiap kegiatan HMS ITB harus dapat membawa tiga hal tersebut ke arah yang lebih baik. Jika ketiga hal tersebut memang menjadi arah gerak HMS ITB, maka setiap kegiatan HMS ITB harus dapat memberikan jawaban atas pertanyaan arah gerak mana yang mengalami peningkatan, seberapa jauh peningkatan itu terjadi, seberapa besar dampaknya bagi HMS ITB dan anggotanya.

Sebagai salah satu kegiatan HMS ITB, Program Asisten-Kerja menjawab bahwa program ini memberikan sumbangan pada bidang kekeluargaan dan keprofesian. Peningkatan terjadi dalam hal kesadaran mengenai manfaat kegiatan keprofesian. Dampak peningkatan tersebut terjadi pada 16 anggota yang tergabung dalam tim lomba dan tim asisten -kerja serta dapat meluas apabila hasil program ini dihayati oleh anggota yang lain.

Kerjanya seru dan fun banget. Sama sekali gak terasa buang-buang waktu karena semua yang didapat itu konkret dan bermanfaat -Arimbi-

Bisa juga sebagai ajang untuk lebih kenal dengan 2009 -Arka-

Ternyata Kak Alvin orangnya begitu! Hahaha =.=’
Kak Nessia baik banget, waktu saya tidur di kursi, dia ambil kursi yang dia dudukin, terus digeser ke dekat saya supaya kaki saya tidak menggantung di lantai supaya tidurnya lebih nyaman -Edrea-

Bila diperlukan pernyataan yang lebih eksplisit untuk mendukung jawaban program ini. Silakan simak jawaban dari pertanyaan apakah manfaat yang Anda (pelaku Program Asisten-Kerja) peroleh dari Program Asisten-Kerja ini?

Ilmu pengetahuan (teknik sipil), wawasan mengenai jembatan, pengalaman proyek (perencana, pengawas, pelaksana), serta suasana kekeluargaan dan keprofesian HMS. -Icang-

Tentunya masih banyak testimoni lain bahkan parameter terukur yang dapat membuktikan bahwa Program Asisten-Kerja dapat membawa kekeluargaan dan keprofesian HMS ITB ke arah yang lebih baik.

Penutup

Mari kita abadikan testimoni Icang mengenai petualangan HMS ITB dalam KJI ke-6 sebagai penutup.

Ternyata ada cinta dibalik KJI. Cinta Cucu, cinta Rizal, dan cinta di antara kita semua. Whuuhuww..

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

2 responses to “Asisten-Kerja Berbicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: