Idealisme yang Tertinggal

Ada sesuatu yang cukup mengganggu pikiran ketika membaca status facebook teman kuliah saya, Sylvia Margaretta (Retta), saat menjelang acara Syukuran Wisuda yang selalu diadakan oleh HMS, himpunan jurusan kami. Reta merupakan orang yang suka membaca dan berpikir dari sisi yang tidak diperhatikan oleh orang lain sehingga buah pikirannya layak diketahui bersama.

Status itu merupakan pesan untuk para bos-bis kami yang telah lulus. Berikut adalah status tersebut,

Perhatian kepada para wisudawan/wati, mohon diperiksa kembali bawaan idealisme Anda, jangan sampai ada yang tertinggal di institut ini. Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasih.

Semoga para wisudawan/wati membaca status tersebut dan benar-benar memeriksa bawaan idealime mereka.

HMS ITB merupakan salah satu kelompok mahasiswa yang mementingkan idealisme, seperti beberapa kelompok mahasiswa lainnya yang berpikir bahwa tugas mahasiswa bukan membenarkan apa yang biasa tetapi membiasakan apa yang benar. Semua anggota HMS mengetahui hal tersebut dan kami bangga akan hal itu.

Saya langsung teringat tentang pendapat yang kurang menyenangkan bahwa sering kali mahasiswa berbalik 180 derajat dari idealisme yang mereka pegang selama menjadi mahasiwa. Mahasiswa yang dahulu berdemo untuk menurunkan pejabat yang korupsi, sering kali melakukan korupsi ketika menjadi pejabat. Ah, jangan sampai hal ini terjadi pada bos-bis yang saya hormati karena idealisme mereka.

Semoga bos-bis HMS ITB tidak meninggalkan idealisme mereka di kampus ini dan membuat semua ajaran mengenai idealime menjadi omong kosong. Saya sempat bertanya kepada Retta mengenai status di atas, “Ta, kenapa bisa berpikir seperti itu?”. Jawabnya ringan dan santai, “Sudah banyak idealisme yang tertinggal di kampus ini, jangan diperbanyak lagi“.

About Dode

Seorang mahasiswa Teknik Sipil yang sering disebut-sebut kurang kerjaan sampai mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakan. View all posts by Dode

5 responses to “Idealisme yang Tertinggal

  • Retta

    Padahal aku dah lupa lo dod, kalo kamu pernah tanya tentang status ini dan kujawab dengan briliannya kek gitu.hehehehe. Aku baru nyadar kalo aku sekeren itu. B|
    Over all, bagus, jelas, padat berisi (ini penting, biar pembaca tidak bosan bacanya) dan (eng..ing..eng) so serious.
    You can write anything by many ways you love, but you must appreciate the readers by writing in common way (it’s only a diary, so you don’t need to be so serious,dude!).
    Hem, but, if you think that it is the way you choose to make ’em (refers to the readers) understand about, maybe we (refers to the readers) must appreciate you by stopping to claim. hehe.
    Keep writing and keep alive!!!!
    (btw, i love so much by writing in English at this comment. ‘cz i dont be disturbed by red-line under the word :D)
    –finish–

    • doddey

      kata yang digaris merah?kata yang dicetak merah mungkin….baguslah kalo gak terganggu, ya (mungkin) ada beberapa kata yang harus ditekankan. Ikut2 blog pak wir…hahahaha….

      emang dibuat gitu, gak bisa malah kalo bahasa diari…tapi tunggu aja kalo tulisannya membahas tentang romasa cinta (cie…) mungkin gak serius…

  • Retta

    keknya blog ini sudah memasukkan cerita romansa ya na ya…tapi perasaan kok ya masih serius aja…
    hahhaha
    dode…dode

    • Dude

      romansa?emang sudah ya?
      lum keknya, ya ada dikit2 lah…tapi lum bahas soal romansa ah…..

      btw ada yang tahu kok di akhir posnya ada about dude, muncul darimana ya, gimana cara hapusnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: